JAKARTA, KOMPAS.com - Infeksi saluran kemih (ISK) tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga pada anak-anak.
Infeksi yang terjadi pada organ sistem kemih ini, seperti uretra dan kandung kemih, menimbulkan gejala yang beragam. Adapun gejala umumnya berupa nyeri saat buang aerial kecil, serta urin berwarna keruh dan sangat berbau.
Baca juga:
- Infeksi Saluran Kemih pada Anak, Mengapa Perempuan Lebih Berisiko?
- 4 Faktor Risiko Gagal Ginjal Akut pada Anak yang Wajib Diwaspadai Menurut Dokter
Namun, apa yang menyebabkan anak mengalami ISK?
Penyebab infeksi saluran kemih pada anak
1. Saluran kemih yang pendek
Kompas.com / Nabilla Ramadhian Dokter spesialis anak konsultan nefrologi anak yang berpraktik di RS Siloam Asri dan RSAB Harapan Kita, dr. Ina Zarlina, Sp.A(K), saat ditemui dalam acara Urology?Nephrology Summit 2025 yang digelar oleh Siloam Asri di Jakarta Selatan, Minggu (24/8/2025).
Menurut dokter spesialis anak dan konsultan nefrologi anak yang berpraktik di RS Siloam ASRI dan RSAB Harapan Kita, dr. Ina Zarlina, Sp.A(K), saluran kemih yang pendek menyebabkan anak perempuan lebih rentan mengalami ISK pada rentang usia tertentu.
"Kalau usia, anak perempuan seringnya saat toddler. Usia pra-sekolah karena memang saluran kemih anak perempuan lebih pendek dan letaknya berdekatan dengan anus,” terang Ina saat ditemui Kompas.com dalam acara Urology–Nephrology Summit 2025 yang digelar oleh Siloam ASRI di Jakarta Selatan, Minggu (24/8/2025).
Lantaran saluran kemih anak perempuan lebih pendek dan letaknya dekat dengan anus, infeksi lebih mudah terjadi.
Inilah mengapa anak perempuan usia pra-sekolah sudah harus diajarkan cara menjaga kebersihan di country intim, seperti cara mencebok dengan benar, agar tidak ada kuman yang masuk ke dalam saluran kemih.
Setelah buang aerial besar, misalnya, cara mencebok yang benar adalah dengan gerakan dari depan (lubang pipis) ke belakang (anus), bukan sebaliknya.
2. Fimosis
Dok. Freepik/Freepik Apa saja penyebab infeksi saluran kemih pada anak? Simak penjelasan dokter berikut ini.
Untuk anak laki-laki, mereka lebih rentan mengalami ISK saat berada di bawah usia dua tahun. Beberapa faktor di baliknya adalah kelainan bawaan dan fimosis.
Fimosis adalah kondisi medis ketika bagian kulit kepala penis atau kulup tidak bisa ditarik ke belakang karena terlalu kencang. Ini umum menyerang laki-laki yang belum atau tidak disunat.
Meski bukan kondisi medis yang serius, fimosis bisa menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit ketika buang aerial kecil.
“Seharusnya anak laki-laki disunat, tapi dia (pengidap fimosis) enggak. Jadinya ada risiko untuk infeksi saluran kemih,” ucap Ina.
Namun, menginjak usia dua tahun ke atas, anak laki-laki biasanya jarang mengalami ISK. Sebab, seiring bertambahnya usia, saluran uretranya pun menjadi lebih panjang.
Baca juga: