JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatka kutukan terhadap negara-negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA).
Menurut AHY, negara yang kaya SDA bisa menjadi tidak makmur karena pengelolaan hasil alam yang tidak tepat sasaran.
"Kekayaan alam yang kita ambil dari dalam bumi, laut, selalu ada batasnya. Itulah mengapa kita tidak boleh take thing for granted. Justru sebaliknya, waspada. Dikatakan ada kutukan negara kaya. Betul ya? Kutukan negara kaya sumber daya alam," ujar AHY pada acara Indonesia Summit 2025 di The Tibrata, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Baca juga: Negara Kaya Data, Warga Miskin Rasa
KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025).
"Negara kaya bisa tidak menjadi negara yang makmur. Kenapa? Karena ternyata pengelolaan sumber daya alamnya tidak tepat sasaran. Nah, kita harus memitigasi itu semua," tegasnya.
AHY melanjutkan, Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-16 ekonomi dunia.
Selain itu, produk domestik bruto (PDB) Indonesia berada di peringkat ke-16 di dunia.
Namun, pendapat per kapita Indonesia masih menjadi persoalan.
Baca juga: Ironi Kazakhstan, Negara Kaya Gas yang Harga Gasnya Mahal
"Dari yang saat ini 4.910 juta dollar (AS) per tahun. Kalau kita ingin mengejar negara-negara yang sudah lebih maju, lebih mampu membeli sejahtera, berada di kategori high income country, kita saat ini middle income country, maka kita harus tumbuh tinggi," jelas AHY.
"Setuju semuanya? Agar kita bisa menambah kue ekonomi kita dibagi lebih banyak untuk 285 juta. Dan diprediksi 310 juta di tahun 2045-2050. Ini PR besar kita. HDI kita, Human Development Index kita, juga masih harus bekerja keras. Kita saat ini di sini. Nomor 113 di dunia, nomor 6 di Asia," paparnya.
AHY melanjutkan, saat ini pemerintah juga mendorong agar lebih banyak masyarakat yang masuk ke kelas menengah.