Aktivitas Warga Terganggu Imbas Paving Block Tanggul NCICD di Cilincing Dicuri

3 days ago 5

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga mengaku aktivitas mereka jadi terganggu imbas paving block tanggul National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di RW 13, Kalibaru Timur, Cilincing, Jakarta Utara, hilang dicuri.

Pasalnya, selain untuk mencegah banjir rob, paving block tanggul NCICD di Kalibaru juga menjadi akses berlalu lalang warga yang berjalan kaki maupun naik sepeda motor.

Namun, karena sebagian paving block hilang dicuri warga, ini membuat tiga titik jalan di lokasi itu menjadi berlubang.

Baca juga: Paving Block Tanggul NCICD di Cilincing Hilang, Diduga Dicuri Warga

"Sangat mengganggu (aktivitas) karena lokasi tersebut juga sering digunakan warga untuk tempat bambu nelayan," ucap salah satu warga bernama Rudi (bukan nama sebenarnya) (35) saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Senin (25/8/2025).

Rudi mengatakan, jalan yang berlubang ditambah banyaknya nelayan yang meletakkan bambu di lokasi tersebut membuat pengendara centrifugal kesulitan melintas.

Sementara itu, warga lain bernama Neneng (bukan nama sebenarnya) (29) juga merasa terganggu saat berlalu lalang di tanggul NCID imbas hilangnya paving block.

"Sangat menganggu, meski yang bolong di pinggiran, tapi kan itu bolongannya gede, kalau semisalnya kita enggak lihat, kita bisa kejeblos ini," ucap Neneng.

Di sisi lain, Neneng menyayangkan country jalan yang paving block-nya hilang justru menjadi tempat pembuangan sampah.

"Belum lagi, country paving block yang bolong ini justru jadi tempat pembuangan sampah. Kan jadi jelek ya, kotor," ujar Neneng.

Baca juga: Kacab Bank BUMN Ingin Umrah Bersama Keluarga Sebelum Diculik dan Dibunuh

Neneng menyebut, paving block di tanggul NCICD sudah hilang sejak tiga tahun lalu. Namun, awalnya ia mengira hilangnya paving block itu bukan karena dicuri warga.

"Sering lewat sini, cuma saya enggak engeh kalau paving block yang bolong dicuri warga, saya kira memang rusak atau gimana gitu," ucap Neneng.

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!

Read Entire Article









close
Banner iklan disini