JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi meminta orangtua mengawasi anaknya yang masih di bawah umur agar tidak mengikuti demonstrasi.
Hal ini diungkapkan Arifatul untuk menanggapi soal banyaknya pelajar SMP dan SMA ikut berdemo di depan gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (25/8/2025).
"Jadi mungkin perlu ada pengawasan dan pemantauan dari orang tua masing-masing untuk mengetahui keberadaan anak-anaknya," kata Arifatul ketika ditemui di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2025).
Baca juga: 196 Anak Ditangkap saat Demo, KPAI: Alasan Ikut Diajak Teman dan Terpengaruh Medsos
Arifatul mengatakan, keterlibatan anak dalam demo kemarin perlu dilihat secara menyeluruh.
"Saya pikir perlu dilihat secara holistik ya mungkin anak-anak ini benar benar tahu apa yang akan mereka bicarakan, apa yang mereka sampaikan, bisa jadi mereka ingin tahu sebetulnya apa yang sedang terjadi," ucap dia.
Dia mengakui kebanyakan orangtua tidak mengetahui bahwa anaknya ikut dalam demo.
"Iya kebanyakan memang orang tuanya tidak tahu anak-anaknya ikut demonstrasi, rata-rata seperti itu," jelas dia.
Sebelumnya polisi menangkap 351 orang terkait demo ricuh yang terjadi di sekitar DPR RI. Dari jumlah itu, 196 orang berusia di bawah 18 tahun.
Saat ini, mereka telah dibebaskan.
Baca juga: Polisi Pulangkan 196 Anak di Bawah Umur Usai Demonstrasi Ricuh di DPR
Para pelajar datang dari berbagai daerah seperti Depok dan Bogor.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!