WAKIL Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mengatakan Paviliun Indonesia bakal menghadirkan beberapa kegiatan dalam Conference of the Parties ke-30 atau COP 30 pada November 2025 di Belém, Brasil. Acara di paviliun seluas 400 metre persegi itu ini tak sebatas berisi seminar dan diskusi ihwal pencapaian komitmen iklim.
“Kami akan mengadakan sebuah sesi sellers conscionable buyers untuk menemukan pembeli dan penjual karbon,” katanya saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta pada Rabu, 27 Agustus 2025.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Diaz, sesi ini mempertemukan para pemangku kepentingan dalam perdagangan karbon. Di situ ada pengenalan proyek, pembangunan jejaring, serta pemaparan ihwal nilai kredit karbon. Sesi yang sama berpotensi menjadi momentum pengukuhan kemitraan soal pembelian kredit karbon dengan Norwegia, Jepang, dan Korea Selatan. Namun, sejauh ini belum ada perkiraan dari nilai pendapatan perdagangan karbon tersebut.
“Kami ingin mendorong penjualan vintage carbon. Untuk 2016-2020, ada 533 juta ton stok karbon yang lama,” tutur Diaz.
Staf Ahli Bidang Sumber Daya Pangan, Sumber Daya Alam, Energi, dan Mutu Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Laksmi Widyajayanti mengatakan paviliun ini akan menampilkan berbagai upaya Indonesia untuk menurunkan emisi state rumah kaca. Sejumlah kementerian lain juga akan mendirikan tenant sebagai bukti partisipasi pendanaan iklim.
“Begitu juga kelompok-kelompok yang sebelumnya sudah berkontribusi dalam kegiatann aksi iklim,” begitu pernyataan penanggung jawab sesi sellers conscionable buyers tersebut.
Acara yang diselenggarakan oleh United Nations Framework Convention connected Climate Change (UNFCCC) tahun ini akan meneruskan substansi COP29 di Baku, Azerbaijan, pada 2024. Salah satu docket COP29 adalah membicarakan global stocktake atau mekanisme evaluasi planetary yang disepakati negara yang sepakat dalam Perjanjian Paris. Walau pelaksanaan target-target yang dihasilkan dari mekanisme evaluasi ini mulai dijalankan pada 2026, tapi hasil resmi evaluasinya bakal diterbitkan UNFCCC pada 2028.