CNN Indonesia
Kamis, 28 Agu 2025 11:50 WIB

Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pembelian LPG 3 Kg wajib menggunakan KTP masih belum last di tahun depan.
Pasalnya, pemerintah masih melakukan penataan information penerima.
Menurutnya, koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga masih terus dilakukan, termasuk dari Badan Pusat Statistik (BPS) agar penerima state subsidi itu nanti betul-betul yang memang berhak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi gini, itu kan masih ditata, belum finalisasi. Saya kan katakan bahwa itu masih ditata. Ditata dalam bentuk satu data. Datanya dari mana? Dari BPS," ujar Bahlil ditemui di DPR pada Rabu (27/8) malam.
Bahlil menekankan saat ini skema penyalurannya pun masih disusun. Sebab, pemerintah betul-betul ingin penyaluran LPG 3Kg tepat sasaran saat pelaksanaannya nanti.
"Formulasinya lagi diatur. Salah satu diantaranya, belum last loh, salah satu diantaranya opsinya pakai KTP. Tapi itu belum final," jelasnya.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyebutkan PT Pertamina (Persero) dalam beberapa tahun ini sudah mulai melakukan pengumpulan information KTP secara fisik untuk melihat mana saja kelompok masyarakat yang berhak membeli LPG 3Kg.
Namun, tahun depan akan mulai pemuktahiran information menggunakan sistem online. Sehingga masyarakat yang sudah mendaftarkan KTP nya tak perlu lagi perlu membawa-bawa KTP saat ingin beli state melon.
"Jadi maksud Pak Menteri pada saat itu sesuai dengan KTP, itu ya justru ini pada saat itu KTP-nya sesuai tidak berulang-ulang, itu kan harus sesuai dengan domisili masyarakat yang menerima," pungkas Yuliot.
(ldy/agt)