Banyuwangi Masuki Puncak Kemarau, BMKG Prediksi Hujan Masih Bisa Terjadi

22 hours ago 1

Banyuwangi (beritajatim.com) – Wilayah Banyuwangi saat ini tengah memasuki puncak musim kemarau. Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya membuat wilayah di ujung timur Pulau Jawa ini kering tanpa hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi memprediksi, hujan dengan intensitas rendah hingga sedang masih akan terjadi hingga sepekan ke depan.

Prakirawan BMKG Banyuwangi, Fredy Kurniawan, menjelaskan bahwa fenomena ini disebabkan oleh adanya gelombang ekuatorial Rossby yang tengah melintas di atas wilayah Jawa Timur. Gelombang Rossby bergerak ke arah barat di sepanjang ekuator dan memicu pertumbuhan awan hujan yang berdampak pada meningkatnya intensitas curah hujan, bahkan di musim kemarau.

“Jadi, meskipun sekarang kita berada pada puncak musim kemarau, karena adanya gangguan cuaca berupa gelombang Rossby tersebut, hujan masih bisa terjadi,” kata Fredy, Kamis (28/8/2025).

Fenomena ini terbukti dalam beberapa hari terakhir, di mana hujan dengan intensitas rendah masih terjadi di sejumlah wilayah Banyuwangi. Menurut Fredy, kondisi ini diperkirakan akan bertahan selama 3 hingga 7 hari ke depan.

Selain cuaca hujan, Fredy juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kondisi perairan. Angin kencang yang bertiup dari arah Australia meningkatkan tinggi gelombang laut di wilayah selatan Banyuwangi.

“Karena faktor utama yang memengaruhi tinggi gelombang memang angin,” jelasnya.

Saat ini, tinggi gelombang di perairan selatan Jawa, termasuk Banyuwangi, berada di kisaran 2–3 meter. Namun, dalam dua hari ke depan, tinggi gelombang diperkirakan mulai menurun ke kisaran 1,5–2,5 meter.

“Jadi dibandingkan hari ini, kondisinya sudah lebih rendah meskipun masih relatif tinggi,” tambahnya. [alr/beq]

Read Entire Article









close
Banner iklan disini