Selain itu, akan ditambah inovasi lokal lainnya seperti pembuatan kolam lele di atas saluran U-ditch serta pemanfaatan sumur resapan dalam dan pemanfaatan lubang biopori untuk mengolah sampah organik.
Tujuannya untuk mengurangi beban/bau ke landfill/TPA. Dukungan Walikota juga diharapkan menjadikan Jakarta Timur sebagai relation exemplary nasional dalam pengelolaan lingkungan berbasis kemandirian warga, data, dan teknologi.
“Saya mendukung upaya Dr. Taufiq untuk menjaga lingkungan tetap lestari dengan cara masing-masing sesuai Pasal 70 ayat (1) UU 32/2009 tentang pengelolaan lingkungan hidup. Saya sepakat dengan Wakil Ketua Umum DPP ARWT Indonesia ini bahwa sebagai pemimpin di lingkungan terkecil harus komit pada pembangunan lingkungan yang berkelanjutan, sosial yang diterima, dan ekonomi yang layak,” ujar Dr. Munjirin.
“Jadi ide-ide beliau (Dr. Taufiq, red) di kawasan padat penduduk harus didukung dan disebarkan kepada wilayah lain. Terlebih lagi, Ketua RT8 RW4 Malaka Jaya ini adalah juga sebagai Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Rukun Warga Rukun Tetangga Indonesia (ARWT Indonesia) yang berpotensi dapat menyebarkan gagasan ini lebih luas yang akan mendukung Presiden dalam meningkatkan ketahanan ekonomi dan pangan warga,” lanjutnya.