JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta pada Selasa (26/8/2025).
Dalam pertemuan itu, Bamus Betawi menyerahkan usulan revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi.
"Alhamdulillah, Pak Gubernur setuju untuk melakukan revisi terhadap Perda Nomor 4 tahun 2015," kata Ketua Umum Bamus Betawi, Riano P Ahmad di Balai Kota Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Baca juga: RS Royal Batavia Cakung Mulai Dibangun, Desainnya Bernuansa Betawi
Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan regulasi dengan UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan UU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (UU DKJ).
Ia mengatakan revisi ini merupakan hasil rekomendasi Focus Group Discussion (FGD) yang digelar bersama Forkabi pada 15 Juli 2025.
"Kami mengusulkan ini nantinya akan menjadi 'Perda Pemajuan Budaya Betawi', yang di dalamnya bisa direvisi beberapa poin penyesuaian untuk mengakselerasi dari Undang-Undang yang sudah ada," jelasnya.
Ia berharap revisi ini menjadi wadah resmi untuk menampung aspirasi seluruh masyarakat Betawi agar turut berperan aktif dalam pelestarian dan pengembangan budaya Betawi di Jakarta.
"Kami Bamus Betawi selaku induk organisasi masyarakat Betawi, berharap aspirasi dari seluruh komponen masyarakat Betawi peserta FGD lalu, dapat ikut berkontribusi memajukan Kebudayaan Betawi di Jakarta," kata Riano.
"Jadi, Lembaga Adat Betawi tidak bisa menggunakan Pergub," imbuh dia.
Baca juga: Jakarta Jadi Pusat Studi Kebudayaan ASEAN–China, Disbud Sebut Seni Betawi Ikut Terangkat
Riano menegaskan pentingnya Pemprov DKI terus menempatkan budaya Betawi sebagai budaya utama sekaligus menjadi pengayom bagi seluruh warga Betawi.
"Pemerintah daerah atau pemerintah merupakan pembina ormas, kami Bamus Betawi berharap Pak Gubernur bisa terus menempatkan budaya Betawi sebagai budaya utama di Jakarta serta menjadi pengayom bagi keluarga besar warga Betawi," ujar Riano.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!