Miftah meyakini, Bhineka Tunggal Ika bukan hanya semboyan indah, melainkan panggilan jiwa untuk memahami bahwa perbedaan bukan ancaman, melainkan kekuatan yang memperkokoh persatuan.
“Keragaman bukan sekadar bentuk perbedaan bentuk, warna, atau asal-usul, ia adalah pantulan dari satu dharma yang sama dijalan kebangsaan, kita diajarkan untuk tidak saling menabrak, melainkan saling menjaga,” tutup Miftah.
Sebagai informasi, full akan ada 100 eksemplar buku yang akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang berminat. Caranya, dengan menuliskan di kolom komentar sosial media Miftah.