Bisnis Berlandaskan Pancasila, Rachmat Gobel: Itu Kompas Moral dan Dasar Etika Ekonomi

3 days ago 1

Surabaya (beritajatim.com) – Pancasila kerap dipahami sebagai dasar negara, ideologi pemersatu, hingga falsafah hidup bangsa. Namun, bagaimana wajah Pancasila ketika diterjemahkan ke dalam praktik bisnis dan dunia industri?

Pertanyaan inilah yang menjadi inti perbincangan dalam acara Testimoni, Bedah Buku, dan Seminar Nasional “Gobel Vision: Falsafah Pancasila, Inovasi Teknologi, dan Industrialisasi Berkeadilan” yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL) dan Center for Statecraft and Citizenship Studies (CSCS) di Aula Soetandyo, Kampus B UNAIR, Senin (25/8/2025).

Hadir sebagai pembicara kunci, Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Chairman Gobel Group, Rachmat Gobel, menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebagai jargon normatif. “Tujuan perusahaan bukanlah mencari keuntungan semata, melainkan bagian dari pembangunan bangsa,” ujarnya.

Gobel mencontohkan bagaimana tujuh prinsip Gobel Group berpijak pada nilai-nilai Pancasila. Mulai dari berbakti pada negara melalui industri, berlaku jujur dan adil, menjunjung kerja sama harmonis, hingga berjuang untuk perbaikan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Prinsip ini, menurut Gobel, menegaskan bahwa bisnis sejatinya adalah jalan pengabdian, bukan sekadar arena mencari profit.

“Peran Pancasila di Gobel harus dilihat dari apa yang mau dibangun oleh industri di negeri ini. Bukan hanya ekspor dan membuka lapangan kerja, tetapi juga membangun kemandirian bangsa,” tegasnya.

Teknologi dan Industrialisasi Berkeadilan
Gobel juga menyinggung tantangan zaman: otomatisasi, digitalisasi, hingga kecerdasan buatan (AI). Baginya, teknologi adalah keniscayaan, tetapi penerapannya harus mengedepankan keadilan sosial. Industrialisasi tidak boleh menyingkirkan manusia, melainkan menciptakan keseimbangan antara efisiensi teknologi dan keberlangsungan lapangan kerja.

“Yang dibutuhkan adalah etos kerja yang jujur, solidaritas yang kokoh, dan semangat kebersamaan. Generasi muda harus tetap kreatif mengikuti perkembangan zaman, tapi Pancasila harus menjadi kompas motivation dan dasar etika ekonomi,” tambah Gobel.

Acara ini juga menghadirkan bedah buku “Praksis Pancasila – Pengalaman Ideologi di Perusahaan Gobel” karya Nasihin Masha. Buku tersebut mengurai perjalanan Gobel Group sebagai laboratorium nyata penerapan Pancasila dalam dunia usaha. Dari pembinaan SDM, hubungan industrial, hingga filosofi perusahaan, semuanya diarahkan untuk menopang pembangunan nasional.

“Gobel Group merupakan contoh yang sangat bagus, di mana pancasila diterapkan di dunia industri. Apakah relevan? Dalam politik itu seperti apa? Di sini sebenarnya menunjukan bahwa kita belum punya konsep utuh secara bisnis jalan. Gobel radical yang menerapkan konsep pancasila Secara sadar, ternyata ini efektif sekali,” ujarnya. (fyi/ian)

Read Entire Article









close
Banner iklan disini