Blusukan ke Proyek MRT Jakarta Fase 2A, Terowongan Raksasa di Bawah Monas

1 day ago 1

JAKARTA, KOMPAS.com - PT MRT Jakarta (Perseroda) berupaya menyelesaikan pembangunan konstruksi MRT Jakarta fase 2A sesuai target.

Per Juli 2025, progres pembangunan MRT Jakarta fase 2A yang mencakup stasiun Bundaran HI hingga Kota telah mencapai 51,31 persen.

Terbagi atas tiga pengerjaan konstruksi bangunan, yakni CP 201 (Bundaran HI-Harmoni), CP 202 (Harmoni-Mangga Besar), dan CP 203 (Mangga Besar-Kota), progres pengerjaan konstruksi pada CP 201 menjadi yang terdepan.

Baca juga: Penculik Kacab Bank BUMN Menangis di Depan Penyidik, Pengacara: Menyesal Terima Kerjaan Ini

Dengan progres mencapai 88,87 persen per 25 Juli 2025, sejumlah stasiun yang berada di lintasan Bundaran HI-Harmoni nyaris rampung pengerjaannya.

Kompas.com dan beberapa awak media diajak melihat progres pembangunan MRT fase 2A di Stasiun Monas, Selasa (26/8/2025).

Untuk menuju tract atau lokasi pengerjaan, kami berjalan dari salah satu kantor PT MRT Jakarta (Perseroda) yang berada di JB Tower, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Kami berjalan kurang lebih selama 10 menit untuk tiba di tempat konstruksi pengerjaan Stasiun Monas yang berada di sekitar Pintu Barat Daya Monas.

Pembangunan senyap

Stasiun Monas boleh dibilang menjadi satu-satunya stasiun yang pembangunannya tak kentara, sebab pembangunannya tak dilakukan di atas jalan raya.

Stasiun itu dibangun di sisi Jalan Medan Merdeka Barat tanpa mengorbankan ruas jalan satu inci pun.

Berbeda dengan stasiun lain di sepanjang pembangunan MRT fase 2A, yang semua stasiunnya dibangun di bawah jalan raya, Stasiun Monas hanya memakai sebagian kecil lahan kawasan ikonik Kota Jakarta ini.

Baca juga: Kota Tua dan Harmoni Akan Direvitalisasi Jadi Kawasan TOD oleh MRT Jakarta

Meski tak terlihat progres pembangunan dari luar, ternyata stasiun ini sudah hampir rampung.

Pantauan di lokasi, country dalam Stasiun Monas sudah terbangun rapi.

Akses menuju peron dan ruang tunggu penumpang tinggal diberi polesan akhir, seperti dipasang keramik, papan petunjuk, eskalator, dan lift.

Kemudian, rel dengan lebar sekitar 1.067 milimeter rencananya juga segera dipasang usai passageway atau terowongan raksasa penghubung Stasiun Monas rampung dibangun.

Kendati begitu, pintu keluar-masuk penumpang yang berada di country dalam Monas maupun yang terintegrasi dengan Halte Transjakarta Monumen Nasional masih tahap pembangunan.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini