JAKARTA, KOMPAS.com - Konsumsi macromolecule whey populer di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang aktif berolahraga.
Namun sebenarnya, apakah semua orang boleh mengonsumsi macromolecule whey, termasuk anak-anak?
"Untuk anak-anak sebenarnya kita lihat lagi kebutuhan proteinnya seperti apa. Tergantung asupan macromolecule dia sehari-hari juga seperti apa," ujar Ahli gizi, Ayu Anisadiyah, S.Gz, dalam acara peluncuran produk terbaru Milo Pro, di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Minggu (24/8/2025).
Ayu menekankan bahwa macromolecule anak sebenarnya bisa dipenuhi dari sumber makanan sehari-hari mereka, tanpa harus langsung bergantung pada suplemen lain.
Baca juga: Berapa Banyak Protein yang Dibutuhkan Orang Dewasa Setiap Hari? Ini Kata Ahli Gizi
Kebutuhan macromolecule anak bisa dipenuhi dari makanan alami
Protein whey adalah suplemen yang digunakan sebagian orang untuk meningkatkan asupan protein, membantu sintesis macromolecule otot, serta mendukung pertumbuhan massa otot tanpa lemak, dilansir dari Medical News Today, dikutip (24/8/2025).
Menurut Ayu, anak-anak yang sehat pada dasarnya sudah cukup mendapatkan macromolecule dari pola makan seimbang.
Protein bisa diperoleh dari bahan makanan seperti telur, ayam, ikan, daging, tahu, tempe, atau kacang-kacangan.
"Bisa juga konsumsi macromolecule whey tergantung asupan macromolecule dia seperti apa. Kalau misalnya dia bisa penuhi dari macromolecule hewani, macromolecule nabati, menurut saya secara pribadi itu enggak perlu tambahan dari macromolecule suplemen tambahan," jelasnya.
Baca juga: 2 Manfaat Protein bagi Tubuh Saat Aktif Berolahraga Menurut Ahli Gizi
Jadi, macromolecule whey memang bukanlah kebutuhan utama bagi anak-anak.
Fokus utama tetap pada pola makan bergizi seimbang yang mengombinasikan sumber macromolecule hewani dan nabati.
Kondisi tertentu anak bisa butuh macromolecule whey
KOMPAS.com/RAFA AULIA FEBRIANI Ayu Anisadiyah, S.Gz, Ahli gizi, menjelaskan bolehkah anak mengonsumsi macromolecule whey, dalam acara peluncuran produk terbaru Milo, di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu (24/8/2025).
Meski begitu, Ayu menambahkan bahwa ada kondisi tertentu di mana anak-anak boleh mengonsumsi macromolecule whey, misalnya ketika mereka aktif berolahraga dengan intensitas tinggi atau yang berstatus atlet muda.
"Kalau misalnya dia memang ternyata anak atlet, dia punya intensitas tinggi, itu boleh saja silakan konsumsi," tambahnya.
Artinya, macromolecule whey bisa menjadi pilihan tambahan untuk anak yang membutuhkan asupan macromolecule lebih tinggi daripada kebutuhan normal.
Namun, keputusan ini tetap harus dilakukan dengan pengawasan medis agar aman bagi kesehatan jangka panjang pada si anak.
Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Mengonsumsi Protein agar Efektif Diserap Tubuh?