Calon Petugas Damkar Jakarta Kesulitan Persiapan Tes Fisik karena Sibuk Kerja

1 day ago 1

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah calon anggota Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta mengaku kesulitan mempersiapkan diri menghadapi tes fisik, salah satu syarat bagi pelamar Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).

Tes fisik tersebut mencakup lari 12 menit mengelilingi lapangan, pull up, sit up, push up, shuttle run, hingga renang. Bagi sebagian peserta, padatnya aktivitas sehari-hari membuat persiapan fisik bukan perkara mudah.

Alvin (30), warga Pondok Ranggon, Jakarta Timur, misalnya. Ia berprofesi sebagai guru honorer Bahasa Inggris di sebuah sekolah swasta di Jakarta Utara.

Baca juga: Berhenti Jadi Petugas Kebersihan, Romi Kejar Impian Jadi Damkar

Di sela-sela kesibukan mengajar di sekolah dan memberikan les privat, Alvin mengaku hampir tidak punya waktu untuk berlatih fisik.

"Mau latihan gimana, kan saya ngajar di sekolah, jadi susah jadwalnya, ditambah harus ngajar les privat," tutur Alvin saat ditemui di Brigif 1/Jaya Sakti, Kalisari, Jakarta Timur, Rabu (27/8/2025).

Meski begitu, Alvin tetap menaruh harapan besar bisa lolos seleksi PJLP Damkar. Baginya, profesi ini bisa menjadi jalan keluar dari kesulitan ekonomi.

Pasalnya, saat ini Alvin hanya menerima gaji Rp 1,5 juta per bulan sebagai guru honorer, jumlah yang dinilainya jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Itu saja saya nombok, untuk nutup ya saya buka les privat itu, kalau enggak gitu ya susah," jelasnya.

Kendala serupa juga dialami Andy (30), warga Slipi, Jakarta Barat. Ia bekerja sebagai teknisi ponsel dengan jadwal padat dari pagi hingga malam sehingga membuatnya sulit mempersiapkan diri menghadapi tes fisik.

Baca juga: Cerita Alvin dan Ubay Berharap Hidup Lebih Layak Lewat Seragam Damkar Jakarta

"Mau latihan juga agak sulit karena pekerjaan sebagai teknisi ponsel jadi agak susah, berangkat pagi pulang malam," ucap Andy.

Sesampainya di lokasi tes, Andy sempat merasa minder melihat peserta lain yang tampak lebih siap, terutama para lulusan baru yang masih segar secara fisik.

"Nge-down pasti, apalagi yang ngetes sudah profesional dari TNI, terus banyak anak baru lulus, kalau lawan saya yang jarang olahraga ya jauh pasti," ungkapnya.

Meski demikian, Andy tetap optimistis. Ia melihat kesempatan menjadi anggota pemadam kebakaran (damkar) sebagai peluang memperbaiki masa depan, terutama demi keluarganya.

"Optimis si optimis, saya sih tertarik ke damkar karena gajinya tetap, lagi saya punya anak dua yang masih kecil," tuturnya.

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!

Read Entire Article









close
Banner iklan disini