MIRA Lesmana melalui Miles Films kembali memproduksi movie musikal ketiga, Rangga & Cinta, setelah Petualangan Sherina (2000) dan Petualangan Sherina 2 (2023). Rangga & Cinta disutradarai oleh Riri Riza dengan semangat rebirth dari Ada Apa Dengan Cinta? (2002). Mira dan Riri menggemari film-film dan panggung musikal sejak dulu. Itu sebabnya selain tiga movie musikal ini, mereka juga sempat mengadakan panggung musikal Laskar Pelangi yang berjalan selama tiga tahun.
Pilihan Editor: Bilal Indrajaya dan Eva Celia Duet di Lagu Rangga Cinta
Mira Lesmana Terkenang Film The Sound of Music
Salah satu movie musikal yang terus-terusan mengudara di kepala Mira Lesmana yakni movie play musikal Amerika The Sound of Music (1965). “Aku suka banget karena dramanya juga tetap kuat sehingga bukan sekadar musikal yang dialog kemudian disambungkan dengan bernyanyi,” katanya di Kantor Tempo, Jakarta Selatan pada Rabu, 20 Agustus 2025.
Menurut dia, kekuatan movie itu mampu membangun dan menggambarkan situasi dan perasaan ke dalam layar. kemudian secara teknis juga pemainnya lihai dalam melakukan lipsync. “Sebenarnya kenapa aku suka banget film musikal karena aku punya memori film-film musikal di masa kecilku,” kata Mira. Itu sebabnya movie pertama Miles Films yakni movie musikal Petualangan Sherina.
Film-film musikal lain yang menghiasi masa kecilnya yakni Chicha (1976) garapan sutradara Edward Pesta Sirait. Ia juga mengingat adegan Rano Karno bernyanyi dalam movie Si Doel Anak Betawi (1972). “Itu memorinya tak bisa hilang sampai di The Sound of Music. Jadi ketika berniat bikin movie musikal, let’s go,” katanya.
Petualangan Sherina Fenomenal
Pemeran karakter Cinta dalam Rangga & Cinta, Leya Princy, juga menyukai movie The Sound of Music. Selain itu ia menyukai movie musikal Amerika Serikat seperti La La Land (2016) karya sutradara Damien Chazelle. “Tapi aku lebih melihat justru Petualangan Sherina. Kalau The Sound of Music itu dari aku kecil sampai sekarang ayah, kakek, adek, semuanya kalau kami lagi kumpul keluarga itu pasti nonton itu,” katanya.
Sementara Riri Riza mengatakan fenomena movie musikal di Indonesia muncul setelah Petualangan Sherina laris di pasaran. “Tapi uniknya itu dulu mereka bikin movie musikal kalau movie sebelumnya tak laku. Jadi kayak setelah filmnya tak laku dua atau tiga film, dia bikin movie musikal dan meledak,” katanya.