JAKARTA, KOMPAS.com - Guru SMPN di Bekasi berinisial JP dibawa ke Polres Metro Bekasi Kota untuk dimintai keterangan terkait dugaan pelecehan seksual terhadap siswinya.
Pantauan Kompas.com, Selasa (26/8/2025), JP tiba di Polres Metro Bekasi Kota sekira pukul 11.18.WIB. Ia mengenakan kaos putih, bermasker, pakai kacamata dan topi biru navy.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Novrian mengatakan, JP dijemput dari rumah anaknya di Marakas, Bekasi, sekitar pukul 09.00 WIB.
Baca juga: SMPN 13 Kota Bekasi Didemo Alumni Buntut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual
Sebelumnya, KPAD telah berkoordinasi dengan Polres Metro Bekasi Kota dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi untuk penanganan kasus ini.
"Hari ini kita sama-sama mendampingi berdasarkan laporan LP yang sudah kita buat dan akhirnya kita melakukan penjemputan bersama-sama dengan pihak Polres Kota Bekasi," ucap dia.
Kata dia, baru satu korban yang melapor berinisial N (15) yang juga pelajar di sekolah tersebut. Sedangkan korban lainnya belum bersedia.
"Awalnya memang dia cerita ke temannya, habis itu cerita ke orangtuanya dan akhirnya informasi itu terungkap," jelas dia.
Sebelumnya, puluhan alumni menggelar demo di depan gerbang SMPN di Kota Bekasi pada Senin (25/8/2025) siang.
Hal tersebut mereka lakukan karena seorang guru diduga melecehkan sejumlah siswinya.
Para peserta aksi membentangkan spanduk dan menuntut agar kasus tersebut diusut tuntas.
Baca juga: Kepsek SMPN Bekasi Sebut Anak Buahnya Ngaku Telah Lecehkan Murid
Salah satu orangtua korban berinisial BY mengaku putrinya turut menjadi korban ketika masih berstatus siswi SMPN tersebut.
Ia baru mengetahui putrinya menjadi korban setelah bertahun-tahun merahasiakan tindakan terduga pelaku.
"Anak saya cerita kalau di sekolah SMP ini ramai mau ada demo. Saya tadinya enggak mau peduli karena tahunya pas pelecehan dan anak saya jadi korban, saya jadinya speak up. Jadi ikut," tegas BY kepada wartawan di lokasi, Senin.
BY tak mengetahui persis jumlah korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan JP. Ia memperkirakan jumlah korban ada cukup banyak.
"Wah, saya kurang tahu ya berapa, enggak ngitungin. Intinya banyak lah," ucap BY.
Sementara itu, salah satu guru SMPN 13 Kota Bekasi, Amir, membenarkan kasus dugaan pelecehan seksual di tempatnya mengajar.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!