DKP Jatim Gencarkan Pembinaan Nelayan Lamongan Soal Penangkapan Ikan Terukur

2 days ago 1

Lamongan (beritajatim.com) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur terus menggencarkan pembinaan usaha penangkapan ikan bagi nelayan. Kali ini kegiatan menyasar nelayan di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, yang menjadi salah satu sentra perikanan terbesar di pantai utara Jawa.

Analis DKP Jatim, Yuni Mulyanti, mengatakan pembinaan ini sangat krusial bagi sekitar 22 ribu nelayan dengan 4.600 kapal dari berbagai jenis alat tangkap yang tersebar di 17 desa nelayan Lamongan. Program tersebut menitikberatkan pada pemahaman penggunaan alat tangkap ramah lingkungan serta penerapan kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT).

“Langkah ini sejalan dengan arah pembangunan sektor kelautan, yang menempatkan laut sebagai poros ekonomi nasional,” kata Yuni, yang hadir mewakili Kepala DKP Jatim dalam kegiatan pembinaan di aula Tebing Cafe, Paciran, Rabu (27/8/2025).

Pembinaan juga menghadirkan Kepala Bidang Nelayan Tangkap DKP Lamongan, Hendra, bersama Penyuluh Perikanan Pantura, Thoha Muslih. Thoha menjelaskan bahwa penangkapan ikan terukur yang diatur dalam PP No. 11 Tahun 2023 mewajibkan nelayan melakukan aktivitas secara terkendali dan proporsional, berdasarkan zona serta kuota yang ditetapkan pemerintah.

“Tujuannya tidak lain adalah untuk menjaga kelestarian sumber daya ikan dan lingkungan, sekaligus pemerataan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Lamongan, Sukri Sulatim, menekankan pentingnya menjaga soliditas antar-nelayan. Menurutnya, perbedaan ukuran kapal atau jenis alat tangkap tidak seharusnya menimbulkan gesekan di lapangan.

“Harapan kita, laut tetap berisi ikan, memberi kesejahteraan bagi nelayan, serta menjadi kekuatan ekonomi bangsa,” ucapnya. [fak/beq]

Read Entire Article









close
Banner iklan disini