Dorong Pengembangan Karakter Anak, Dompet Dhuafa Gelar Jambore Sekolah Budi Pekerti

3 days ago 1

KOMPAS.com - Dompet Dhuafa menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan karakter anak bangsa melalui perhelatan Jambore Sekolah Budi Pekerti di Perguruan Islam Al Syukro Universal, Tangerang Selatan, pada 16-17 Agustus 2025.

Jambore tersebut merupakan realisasi nyata dari implementasi konsep Noble Budi Pekerti yang digagas Dompet Dhuafa, dengan menitikberatkan pada kemandirian dan kepemimpinan.

Kegiatan itu diselenggarakan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pramuka ke-64 pada 14 Agustus 2025 dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 pada 17 Agustus 2025.

Jambore dibuka dengan penuh semangat oleh Menteri Kebudayaan (Menbud) Republik Indonesia Fadli Zon dan dihadiri oleh Inisiator, Pendiri, sekaligus Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi beserta seluruh Dewan Pengawas dan Pengurus Dompet Dhuafa, Sabtu (16/8/2025).

Acara pembukaan Jambore semakin khidmat dengan hadirnya dua tokoh inspiratif, yaitu Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) 56 Marcella Zalianty dan Eks-Andalan Nasional Pramuka Olivia Zalianty.

Baca juga: Anak Muda Dinilai Kurang Nasionalis, Pramuka Kini Wajib

Parni Hadi menjelaskan keterkaitan antara pramuka, semangat kemerdekaan, Sekolah Budi Pekerti, dan budaya bangsa sebagai fondasi dalam membentuk generasi muda yang berintegritas.

Ia menuturkan, sejak awal berdirinya pramuka dipandang sebagai organisasi pendidikan kepemudaan sekaligus wahana pembentukan warga negara yang cinta Tanah Air serta memiliki jiwa kebangsaan yang kuat.

Dalam konteks kemerdekaan Indonesia, pramuka berperan besar dalam menanamkan nilai patriotisme, gotong royong, serta semangat pengorbanan yang diwariskan para pahlawan.

Adapun Sekolah Budi Pekerti yang diusung Dompet Dhuafa menjadi salah satu medium pendidikan karakter yang melengkapi gerakan pramuka dengan nilai moral dan budi pekerti luhur yang terintegrasi dalam budaya bangsa Indonesia.

"Integrasi antara pendidikan karakter melalui Sekolah Budi Pekerti, pengalaman praktis di pramuka, dan pemahaman akan sejarah serta nilai kemerdekaan Indonesia akan menjadi modal utama bagi generasi muda, anak-anak kita, agar mampu unggul," jelas Parni melalui siaran persnya, Senin (25/8/2025).

Baca juga: Pramuka Kembali Jadi Ekskul Wajib di Sekolah, Cek Ketentuannya

Tanamkan pendidikan karakter dan nilai luhur

Kegiatan Jambore Sekolah Budi Pekerti berlangsung meriah dan diikuti oleh 538 peserta pramuka tingkat penggalang dari tiga sekolah, yaitu Perguruan Islam Al Syukro Universal, Sekolah Smart Cibinong, serta SMART Ekselensia Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Jambore Sekolah Budi Pekerti Abdul Halim, yang bertindak sebagai pembina upacara pembukaan menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar perkemahan biasa.

Ia menyampaikan, tujuan utama Jambore Sekolah Budi Pekerti adalah menanamkan nilai-nilai fundamental, seperti kemandirian, jiwa kepemimpinan, dan kejujuran kepada anak-anak sejak dini. 

“Kecerdasan bisa dilatih melalui belajar, keterampilan diasah lewat pelatihan-pelatihan. Namun, tanpa kejujuran, sulit bagi kita untuk menciptakan generasi yang benar-benar berkarakter, maju, dan berdaya saing,” ujar Abdul.

Baca juga: Pemerintah Tata Ulang Pendidikan Karakter, Mau Seperti Apa?

Melalui beragam aktivitas pramuka, anak-anak diajarkan mengambil keputusan dengan tegas dan bertanggung jawab, sekaligus menanamkan kedisiplinan serta kejujuran sebagai bagian tak terpisahkan dari karakter mereka.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini