JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi, mengungkapkan bahwa ada sejumlah negara, termasuk Rusia dan negara-negara Eropa, yang tengah menjajaki peluang investasi di Indonesia.
Sektor energi, khususnya energi baru terbarukan (EBT), menjadi salah satu yang paling diminati oleh capitalist asing tersebut.
Ia mencatat bahwa komunikasi intens sudah terjalin, termasuk dengan negara tetangga, Singapura.
Baca juga: Wamen Investasi Sebut Demo Anarkis Ganggu Iklim Investasi RI
Bahkan, Singapura sampai mengirim delegasi parlemen dan kementerian terkait untuk menemui Komisi XII DPR RI guna meminta dukungan agar bisa berinvestasi di sektor EBT.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini negara-negara, terutama Eropa dan Rusia, bisa ke depan, mungkin dalam waktu-waktu dekat ya (berinvestasi). Mereka sudah banyak, mereka sering komunikasi,” ujar Bambang saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (27/8/2025).
“Termasuk tetangga kita. Tetangga kita Singapura, mereka berusaha sampai ke parlemennya, sampai dari kementeriannya datang ke Komisi XII, meminta dukungan untuk bisa berinvestasi dalam pembangunan energi baru terbarukan,” paparnya.
Menurutnya, minat investasi asing sejalan dengan people nasional yang tertuang dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), di mana pengembangan energi terbarukan menjadi prioritas.
Di dalam RUPTL, pengembangan EBT mendapat porsi besar.
Potensi itu mencakup berbagai sumber energi ramah lingkungan, seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), panas bumi, hingga tenaga bayu (angin).
Karena peluangnya luas, lanjut Bambang, banyak negara asing tertarik untuk masuk, termasuk China, Norwegia, hingga Rusia.
Bahkan, sebagian dari mereka sudah mulai melakukan penjajakan investasi untuk mendukung proyek-proyek EBT di Indonesia.
“Di dalam RUPTL kita, potensi pembangunan EBT sangat besar. Mulai dari PLTS, panas bumi, hingga tenaga bayu. Karena itu, banyak negara menunjukkan ketertarikan, mulai dari China, Norwegia, sampai Rusia yang sudah mulai melakukan penjajakan di sini,” bebernya.
Selain EBT, sektor migas juga disebut menjadi incaran investor.
Bambang menyinggung perusahaan energi asal Rusia, Rosneft, yang sejak lama berminat untuk menanamkan modal besar di Indonesia.
“Di sektor migas, Rosneft dari dulu ingin berinvestasi besar di kita,” katanya.
Bambang menegaskan bahwa masuknya investasi asing ke sektor energi akan sangat penting untuk mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Baca juga: Tak Akan Izinkan Proyek EBT, Trump: Hari-hari Kebodohan Sudah Berakhir di AS!
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!