:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5329659/original/030644400_1756292683-20250827-Bupati_Kolaka_Timur-HEL_1.jpg)
1/5
Bupati nonaktif Kolaka Timur Abdul Aziz berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (27/8/2025). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5329660/original/062455400_1756292683-20250827-Bupati_Kolaka_Timur-HEL_2.jpg)
1/5
Abdul Aziz menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) pembangunan RSUD Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5329661/original/087108700_1756292683-20250827-Bupati_Kolaka_Timur-HEL_5.jpg)
1/5
Sebelumnya, Abdul Azis menjadi bagian dari sejumlah orang yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK pada 7 Agustus 2025. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5329662/original/012239300_1756292684-20250827-Bupati_Kolaka_Timur-HEL_4.jpg)
1/5
OTT itu disebut berkaitan dengan kasus dugaan suap pembangunan rumah sakit dengan pagu anggaran sebesar Rp 150 miliar. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5329663/original/046688500_1756292684-20250827-Bupati_Kolaka_Timur-HEL_6.jpg)
1/5
Abdul Azis ditangkap KPK setelah acara Rakernas Partai Nasional Demokrat (NasDem) di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 8-10 Agustus 2025. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)