HIPMI Jatim Imbau Jaga Iklim Usaha di Tengah Isu Demonstrasi

3 days ago 1

Surabaya (beritajatim.com) – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas iklim investasi dan perdagangan. Pernyataan ini muncul menyusul potensi aksi demonstrasi besar di Surabaya yang dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas ekonomi.

Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Timur, Ahmad Salim Assegaf, mengatakan bahwa meskipun kebebasan berpendapat adalah hak demokratis, pelaksanaannya harus tetap memperhatikan kepentingan publik yang lebih luas, termasuk keberlangsungan dunia usaha.

“Kebebasan berpendapat tetap harus berjalan, tapi jangan sampai mengorbankan kepentingan masyarakat luas, khususnya dunia usaha dan investasi,” ujar Ahmad Salim.

HIPMI Jatim juga mengapresiasi berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Program seperti Prokesra Bank UMKM Jatim dinilai sangat membantu pelaku usaha mikro dalam mendapatkan akses permodalan. Hingga Maret 2025, tercatat 1.989 debitur telah merasakan manfaat programme ini.

Di samping itu, HIPMI Jatim juga menyoroti upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing UMKM di pasar internasional melalui inisiatif Rumah Kurasi dan Communal Branding. Program ini memfasilitasi UMKM untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas jaringan ekspor.

Peningkatan kemudahan perizinan juga menjadi fokus utama. Sepanjang 2024-2025, 98,52 persen pelaku usaha kecil dan menengah berhasil mendapatkan sertifikasi halal dari BPJPH.

Capaian ini diperkuat oleh keberhasilan misi dagang antar daerah yang mencatatkan nilai transaksi triliunan rupiah dengan beberapa provinsi, seperti Lampung, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Kalimantan Timur (Kaltim). Misi dagang ini dianggap sebagai bukti penguatan jaringan perdagangan lintas daerah.

Seluruh capaian ini turut didukung oleh pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang solid. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur pada kuartal I 2025 mencapai Rp 819,30 triliun, meningkat Rp 16,85 triliun dari kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian.

“Dengan capaian tersebut, HIPMI Jatim menilai penting untuk menjaga stabilitas daerah. Kami menyerukan kepada seluruh BPC HIPMI Kabupaten/Kota dan seluruh kader HIPMI se-Jawa Timur agar tidak terprovokasi isu-isu yang dapat memicu kegaduhan,” tegas Ahmad Salim.

Ia menambahkan, HIPMI Jatim akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga iklim usaha yang sehat dan mendorong percepatan pembangunan ekonomi.[rea]

Read Entire Article









close
Banner iklan disini