IHSG Sesi Pertama Naik 1,02 Persen, Saham COIN hingga EMTK Meroket

4 days ago 1

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 7.938,83 pada pergadangan sesi pertama hari ini Senin (25/8/2025).

IHSG naik 1,02 persen setara 79,98 poin dibandingkan pembukaannya hari ini di level 7.858,85.

IHSG hari ini langsung melesat sejak pembukaan dan diperdagangnkan di level 7.900-an.

Data perdagangan pada penutupan sesi pertama ini menunjukkan, sebanyak 463 saham melaju di zona hijau dan 2208 saham berada di zona merah. Sementara itu, sebanyak 133 saham lainnya stagnan. Jumlah transaksi siang ini mencapai Rp 10,68 triliun dengan volume 24,21 miliar saham.

Baca juga: IHSG Awali Pekan dengan Naik 0,92 Persen, Nilai Tukar Rupiah Menguat

Saham-saham yang menjadi top gainers dan mengerek IHSG untuk naik adalah, Indokripto Koin Semesta (COIN) naik 24,61 persen ke level 470. Kemudian, Surya Citra Media (SCMA) naik 15,33 persen ke level 346. Lalu, emiten Elang Mahkota Teknologi (EMTK) naik 18,80 persen ke level 1.390.

Sedangkan, saham-saham yang menjadi top losers dan menahan IHSG menguat hari ini adalah saham Indika Energy (INDY) turun 2,60 persen ke level 1.310. Kemudian, Kalbe Farma (KLBF) turun 2,21 persen ke level 1.325. Lalu, emiten Indofoof Sukses Makmur (INDF) turun 1,91 persen ke level 7.700.

Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, dalam sebuah pidato yang dinilai berhati-hati, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan The Fed untuk memangkas tingkat suku bunga pada September mendatang.

Hal ini dikatakan oleh The Fed di tengah meningkatnya risiko pasar tenaga kerja yang ditambahkan dengan kekhawatiran atas inflasi.

Baca juga: IHSG Berpotensi Kembali Menguat ke Level 8.000, Simak Saham Pilihan IPOT Berikut

Powell mengatakan, stabilitas tingkat pengangguran dan langkah–langkah pasar tenaga kerja lainnya memungkinkan pihaknya untuk bertindak hati–hati sembari mempertimbangkan perubahan sikap kebijakan.

Meskipun demikian, dengan kebijakan yang masih terbatas, prospek dasar dan pergeseran keseimbangan risiko mungkin memerlukan penyesuaian sikap kebijakan dari The Fed.

"Berdasarkan analisis teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance di level 7.800–8.000," kata dia dalam analisisnya, Senin (25/8/2025).

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!

Read Entire Article









close
Banner iklan disini