Immanuel Ebenezer Akhirnya Akui Terima Motor Hasil Memeras Sultan Kemnaker, Barang Bukti Dititip ke Rumah Anak

3 days ago 1

Liputan6.com, Jakarta - KPK mengatakan Immanuel Ebenezer saat menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan mengaku menerima centrifugal terkait kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.

“Setelah kami ke yang bersangkutan, menghampiri ke rumahnya, yang bersangkutan mengakui bahwa menerima motor,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (25/8).

Asep mengatakan, setelah itu KPK menanyakan keberadaan kendaraan tersebut kepada Immanuel Ebenezer.

“Kami tanya, ‘mana motornya?’ Oh, disimpan di tempat putranya. Jadi, disimpan di rumah putranya, ya kami minta supaya itu diantarkan, dan itu diantarkan,” ujarnya.

Noel Jadi Tersangka

Sebelumnya, KPK menetapkan Immanuel Ebenezer selaku Wakil Menteri Ketenagakerjaan bersama Irvian Bobby dan 9 orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terkait dengan pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.

Immanuel disebut menerima uang Rp3 miliar dan satu motor Ducati, yakni dari Irvian Bobby selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker tahun 2022-2025.

Pada tanggal yang sama, Immanuel Ebenezer berharap mendapatkan amnesti dari Presiden Prabowo Subianto. Namun, dia dicopot dari jabatannya sebagai Wamenaker oleh Presiden.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, berikut identitas 11 tersangka pada waktu terjadinya perkara tersebut:

1. Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker tahun 2022-2025 Irvian Bobby Mahendro (IBM)2. Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja Kemenaker tahun 2022-sekarang Gerry Aditya Herwanto Putra (GAH)3. Subkoordinator Keselamatan Kerja Direktorat Bina K3 Kemenaker tahun 2020-2025 Subhan (SB)4. Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja Kemenaker tahun 2020-2025 Anitasari Kusumawati (AK)5. Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (Binwasnaker) dan K3 Kemenaker pada Maret-Agustus 2025 Fahrurozi (FRZ)6. Direktur Bina Kelembagaan Kemenaker tahun 2021-Februari 2025 Hery Sutanto (HS)7. Sub-Koordinator di Kemenaker Sekarsari Kartika Putri (SKP)8. Koordinator di Kemenaker Supriadi (SUP)9. Pihak PT KEM Indonesia Temurila (TEM)10. Pihak PT KEM Indonesia Miki Mahfud (MM)11. Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan (IEG).

Noel Bantah Korupsi dan Memeras

Setelah menjadi tersangka, Noel sempat membantah dirinya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

"Saya ingin mengklarifikasi bahwa saya tidak di-OTT, kedua kasus saya bukan pemerasan," klaim dia di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (22/8/2025).

Noel mengaku, hal ini disampaikan agar tak ada narasi yang memberatkan dirinya dalam kasus ini.

"Klarifikasi ini agar narasi di luar tidak menjadi narasi kotor dan memberatkan saya," ungkap dia.

Noel pun lagi-lagi membantah bahwa dirinya dan tersangka lain melakukan pemerasan, dan mengklaim mendukung kinerja KPK.

"Kawan-kawan yang bersama saya tidak ada sedikit pun kasus pemerasan, dan apa yang kami lakukan sangat mendukung sekali apa yang menjadi kebijakan KPK," klaim dia.

Saat digiring memakai rompi oranye KPK, Noel sempat melontarkan pernyataan mengejutkan. Dia berharap masih ada ruang pengampunan dari Presiden Prabowo Subianto.

"Semoga saya mendapat amnesti dari Presiden Prabowo," kata Noel.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini