JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan logistik, J&T Express, tak menampik masih sering mendapatkan laporan penipuan dari pelanggannya yang mengatasnamakan perusahaan.
Brand Manager J&T Express, Herline Septia, mengungkapkan, modus yang dilakukan pun beranekaragam mulai dari nexus ilegal hingga sms yang dilanjutkan dengan pengiriman uang.
"Lalu ada juga yang modusnya ditelefon dan meminta paket harus dibayar lagi, kami merasa ini sebuah keresahan dari berbagai pelanggan juga karena memang memanfaatkan jasa pengiriman. Jadi ragamnya lumayan banyak tapi paling banyak biasanya SMS dan meminta sejumlah dana," ujarnya dalam Media Gathering di Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Baca juga: Identitas Digital Dipandang Jadi Senjata Lawan Penipuan Online
Oleh karena itu pihaknya tengah gencar menggerakan kampanye edukasi yang mengimbau pelanggannya agar terhindar dari penipuan dengan kampanye 3C yakni Cek, Curiga, dan Cancel.
Herline Septia menjelaskan untuk "Cek" pelanggan diminta untuk megecek atau memeriksa keaslian tautan yang diterima.
"Curiga", pelanggan diminta untuk menunjukkan kewaspadaan dan rasa curiga jika ada hal yang terlihat tidak biasa atau mencurigakan.
Baca juga: Global Jet Cargo Ganti Nama Jadi Global Yimi Cargo, Logo Tetap J&T Cargo
Kemudian "Cancel" pelanggan diminta segera membatalkan atau mengabaikan tautan jika ada keraguan atau terindikasi sebagai penipuan
"Jadi kalau misalnya sudah mencurigakan, udah aneh-aneh, udah gak ini, cancel aja. Enggak usah apa-apain atau langsung laporkan aja ke J&T," pungkasnya.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!