PERFEKTUR Aomori terletak di ujung utara Pulau Honshu. Kota ini bisa menjadi alternatif destinasi perjalanan ke Jepang berikutnya. Dikenal sebagai penghasil apel terbesar di Jepang, kota ini menawarkan beragam tempat wisata alam, sejarah dan festival yang semarak.
Selain itu, kota Aomori dianggap kota yang paling nyaman di Jepang. Baik saat musim dingin maupun musim panas, ada beragam aktivitas yang bisa dilakukan. Letaknya yang berhadapan dengan dua perairan Laut Jepang dan Samudera Pasifik, serta pegunungan, lembah, danau, dan pantai, kota ini menawarkan banyak tempat wisata sepanjang tahun, seperti dikutip dari Japan.travel.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Baca juga: Mengapa Observatorium Timau Tak Kunjung Beroperasi
Waktu terbaik dan cara menuju Aomori
Meski memiliki daya tarik sepanjang tahun, namun bulan-bulan tertentu menjadi favorit wisatawan. Bulan Mei untuk menikmati mekarnya bunga sakura di tengah udara yang sejuk. Pada bulan Agustus saat musim panas, akan semarak dengan festival budaya besar seperti Nebuta Matsuri dan Hirosaki Neputa Festival. Sedangkan saat terbaik untuk menikmati daun musim gugur, festival apel, dan kegiatan alam lainnya pada bulan Oktober.
Untuk menuju Aomori dapat menggunakan kereta cepat, autobus dan pesawat terbang. Namun ada juga pilihan lebih hemat seperti autobus antar kota, feri, atau mobil sewaan tetap tersedia, meskipun membutuhkan waktu perjalanan lebih lama.
Tempat wisata di Aomori
Jika baru pertama kali berkunjung, bersiaplah untuk menjelajahi sisi Jepang yang belum pernah diihat sebelumnya dengan berbagai objek wisata di Aomori, seperti dilansir dari Travel and Leisure Asia berikut ini.
1. Museum Nebuta WA RASSE
Museum ini menawarkan sejarah dan kemegahan Nebuta Matsuri melalui pameran interaktif dan replika kendaraan hias raksasa yang menyala.
2. Museum Seni Aomori
Museum Seni Aomori tempat bagi para pencinta seni modern dan lokal, termasuk karya Yoshitomo Nara, seniman asal Aomori dengan patung "Anjing Aomori" yang ikonik.
3. Gunung Hakkoda
Surganya untuk para petualang, cocok untuk mendaki pada musim gugur dan skis saat musim dingin. Nikmati panorama menakjubkan dengan naik kereta gantung Hakkoda.
Nebuta Museum Wa Rasse di Aomori, Jepang. Shutterstock
4. Akuarium Asamushi
Akuarium Asamushi salah satu tempat wisata terbesar di Aomori. Menghadap Teluk Mutsu, akuarium ini rumah bagi 300 spesies laut termasuk lumba-lumba, ubur-ubur, singat laut, karang langka hingga tumbuhan laut.
5. Situs Sannai-Maruyama
Di Situs Sannai-Maruyama wisatawan dapat mempelajari zaman prasejarah Jepang dari Periode Jomon melalui peninggalan desa kuno dan artefak asli
6. Danau Towada
Danau kawah terbesar di Honshu ini cocok untuk aktivitas berkemah, trekking, dan olahraga air. Datang saat musim gugur untuk melihat pemandangan menakjubkan.
7. Showa Daibutsu
Showa Daibutsu adalah patung Buddha duduk tertinggi di Jepang yang berada di Kuil Seiryu-ji. Tingginya mencapai 21,35 meter. Halaman kuil yang damai menawarkan suasana damai untuk meditasi dan refleksi.
Festival yang paling ramai di Aomori
Seperti disebutkan sebelumnya, Aomori menawarkan beragam festival yang semarak sepanjang tahun. Misalnya di bulan Agustus terdapat beberapa festival yang menampilkan parade kendaraan hias, pertunjukan tari dan drum, kembang api, serta musik tradisional. Mulai dari Festival Tachineputa, yang diadakan di Kota Goshogawara dari tanggal 4 hingga 8 Agustus, Festival Nebuta Matsuri yang populer sebagai perayaan musim panas terbesar, dan Hirosaki Neputa Festival.
Hirosaki Neputa Festival digelar di sekitar Kastil Hirosaki. Festival ini menampilkan kereta hias Neputa berbentuk kipas, yang bertemakan kisah-kisah mistis dan karakter kabuki. Tak hanya di musim panas, di musim dingin kastil ini juga menggelar Festival Lentera Salju Setiap bulan Februari. Halaman Kastil Hirosaki berubah menjadi negeri bersalju. Acara puncaknya adalah pameran ratusan lentera salju buatan tangan dan iglo salju mini.
Sementara dari bulan September hingga November, perfektur ini menggelar festival apel di seluruh wilayah. Pengunjung dapat mengikuti kegiatan memetik apel, mencicipi sari apel, hingga lokakarya pembuatan selai. Lalu saat musim gugur sekitar Oktober-November, cagar alam Ngarai Oirase terbuka untuk umum melihat Festival Daun Gugur Oirase. Festival lainnya saat musim dingin adalah Festival Cerita Musim Dingin Danau Towada pada bulan Februari.
KINAR LAIMAURA