Surabaya (beritajatim.com) – Polisi akhirnya menemukan identitas jenazah perempuan di tengah sawah Pakal Madya Barat, Surabaya, Rabu (27/8/2025) malam.
Jenazah itu adalah Wiwik Ristiningsih. Warga Jalan Laban, Menganti, Gresik. Ia dilaporkan menghilang oleh keluarganya usai keluar rumah tanpa pamit, Senin (18/8/2025) malam. Dari keterangan keluarga, Wiwik merupakan lansia berkebutuhan khusus.
“Korban memang menderita gangguan mental, tuna wicara lalu juga tuna rungu. Sudah keluar rumah sejak Senin (18/8/2025) kemarin,” kata Kapolsek Pakal Kompol I Made Jatinegara, Rabu (27/8/2025).
Made Jatinegara menjelaskan jika kepergian Wiwik pada Senin lalu bukanlah kejadian bent pertama. Wiwik kerap pergi sendirian tanpa diketahui pihak keluarga.
“Korban ini berkebutuhan khusus. Memang sering keluar dan dicari sama keluarganya. Sebelumnya, keluarganya sudah membuat laporan orang hilang ke Polsek Menganti,” imbuhnya.
Sementara hasil pemeriksaan petugas tidak ditemukan tanda bekas kekerasan di tubuh korban. Dugaan awal korban meninggal akibat sakit. Namun, polisi tidak dapat memastikan lantaran pihak keluarga tidak memberikan izin agar korban diotopsi.
“Hasil pemeriksaan, Tim Inafis gak menemukan ada luka tanda kekerasan di tubuhnya. Untuk otopsi, keluarganya tidak menghendaki. Langsung dibawa pulang sama saudaranya,” pungkasnya.
Diketahui, Warga Pakal Madya Barat, Surabaya dihebohkan dengan penemuan jenazah perempuan, Selasa (26/8/2025) malam. Jenazah perempuan itu tergeletak dalam kondisi setengah telanjang di bagian atas. Selain itu, jenazah ditemukan berada di tengah-tengah sawah jauh dari pemukiman.
Salah satu warga sekitar, Nur mengatakan butuh waktu hingga 15 menit lebih untuk berjalan mulai pemukiman warga sampai di titik lokasi penemuan jenazah perempuan itu. Petugas yang mengevakuasi juga tidak menemukan identitas dari jenazah yang diperkirakan telah berusia hampir 50 tahun itu. “Lokasi penemuan jenazah cukup jauh ke arah perbatasan Surabaya-Gresik. Bahkan harus melewati sungai,” kata Nur.
Jenazah pertama kali ditemukan oleh warga Banyuurip yang hendak memancing di sungai perbatasan Surabaya-Gresik. Saat itu, pemancing curiga dengan bau menyengat di sekitar lokasi. Setelah ditelusuri, ada jenazah perempuan setengah telanjang berada di dalam semak-semak. Pemancing lantas melapor ke pengurus kampung sekitar. “Orang kampung sini tidak tahu mas (identitasnya siapa). Bukan orang sini,” imbuhnya.
Jenazah lantas dievakuasi oleh tim BPBD Kota Surabaya ke rumah sakit terdekat. Menurut Nurmakin, jasad perempuan tanpa busana itu kali pertama ditemukan oleh beberapa orang yang hendak memancing di sungai tersebut. Temuan itu langsung dilaporkan pada warga setempat. “Yang menemukan pertama kali itu pemancing, kalau gak salah orang Banyu Urip. Tapi gak tau lagi. Tadi dievakuasi sekitar jam 9 an malam,” pungkasnya. (ang/kun)