Kemenperin: BYD hingga Geely akan Tambah Total Investasi Rp 15 Triliun

21 hours ago 1

KEMENTERIAN Perindustrian menyatakan sebanyak enam produsen kendaraan listrik akan menambah full investasi sebesar Rp 15 triliun. “Serta rencana penambahan kapasitas produksi sebesar 305 ribu unit,” kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Mahardi Tunggul Wicaksono, dalam keterangan tertulis, Rabu, 27 Agustus 2025.

Adapun enam perusahaan tersebut adalah BYD Auto Indonesia (BYD), Vinfast Automobile Indonesia (Vinfast), Geely Motor Indonesia (Geely), Era Industri Otomotif (Xpeng), National Assemblers (Aion, Citroen, Maxus dan VW), dan Inchape Indomobil Energi Baru (GWM Ora).

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Tunggul mengatakan enam perusahaan tersebut merupakan yang mendapatkan insentif impor berbasis baterai atau battery electrical vehicle (BEV) dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU) untuk memenuhi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Setelah masa insentif itu habis pada 31 Desember 2025, perusahaan akan diwajibkan memproduksi mobil listrik di Indonesia sesuai aturan TKDN dengan jumlah setara kuota impor CBU pada 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027. 

Tunggul mengingatkan agar perusahaan memperhatikan besaran nilai TKDN secara bertahap. Adapun TKDN mobil listrik wajib memenuhi TKDN 40 persen pada 2022–2026. Nilainya naik menjadi 60 persen pada 2027–2029 dan melonjak menjadi 80 persen mulai 2030.

Kewajiban itu termaktub dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 55 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. 

Dalam pemenuhan TKDN, Tunggul mengatakan perusahaan akan menggunakan skema completely knocked down (CKD) sampai dengan 2026. Kemudian pada 2027 ditempuh melalui mekanisme incompletely knocked down (IKD). 

Perubahan skema itu, kata Tunggul, didasarkan pertimbangan people pemenuhan TKDN. “Kalau masih tetap CKD, nggak akan tercapai angka 60 persen,” kata dia. Menurut Tunggul, pemenuhan TKDN 80 persen bisa dicapai melalui skema manufaktur part by part.

Berdasarkan rinciannya, PT Geely Motor Indonesia dan PT Era Industri Otomotif akan melakukan kerja sama perakitan dengan assembler lokal. Sementara PT National Assemblers dan PT Inchcape Indomobil Energi akan melakukan perluasan kapasitas produksi. Adapun perusahaan yang akan membangun pabrik baru adalah PT BYD Auto Indonesia dan PT Vinfast Automobile Indonesia.

Menurut Tunggul programme percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia membuat populasi kendaraan tersebut meningkat ini setiap tahun. Total kendaraan listrik mencapai 207 ribu portion pada 2024 atau meningkat sebesar 78 persen dari 2023 yang berjumlah 116 ribu unit.

Pangsa pasar kendaraan berbasis listrik, khususnya hybrid electrical vehicle (HEV) dan BEV, kata Tunggul, meningkat signifikan. Pangsa pasar HEV naik menjadi 7,62 persen pada Juli 2025, sedangkan BEV melonjak menjadi 9,7 persen pada periode yang sama.

Sementara, Kementerian Perindustrian menyatakan pangsa pasar kendaraan berbasis interior combustion engine (ICE) turun menjadi dari 99,64 persen pada 2021 menjadi 82,2 persen sepanjang Januari–Juli 2025. “Ini mencerminkan adanya pergeseran preferensi konsumen menuju kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” kata dia. 

Read Entire Article









close
Banner iklan disini