Kepala Cabang Bank BUMN Diculik dan Dibunuh: Dwi Hartono Otak Penculikan Ternyata Pengusaha Bimbel

3 days ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu otak di balik penculikan dan pembunuhan MIP (37) kepala cabang slope BUMN Cempaka Putih adalah DH alias Dwi Hartono. Sebelumnya, DH ditangkap di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (23/8/25) sekitar pukul 20.15 Wib.

"Saya tak sebut nama, hanya membenarkan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, saat dihubungi, Selasa (26/8/2025).

Saat dicecar profesi DH sebagai bos sebuah bimbingan belajar (bimbel), Ade Ary membenarkan. Tetapi ketika dipastikan apakah DH juga seorang motivator, seperti yang ramai beredar di media sosial, dia belum bisa memastikan.

“Iya bener-bener (pengusaha bimbel). Penyidik tahunya dia pengusaha itu (bimbel)," ujar dia.

Polisi menangkap empat terduga penculik Kepala Cabang Bank yang jasadnya ditemukan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kamis malam jenazah korban dimakamkan di TPU Situgede, Bogor, Jawa Barat.

Salah Satu Otak Penculikan

Adapun peran DH dalam kasus ini adalah aktor penculikan MIP. MIP diculik di parkiran sebuah supermarket.

“Salah satu aktor penculikan ya," ujarnya.

Empat Aktor Intelektual Ditangkap

Sebelumnya, polisi menangkap empat aktor intelektual di balik penculikan dan kematian MIP. Keempatnya berinisial C, DH, YJ, dan AA.

Tiga pelaku, yakni DH, YJ, dan AA ditangkap lebih dulu di kawasan Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (23/8/25) sekitar pukul 20.15 WIB. Sementara C diciduk di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Sabtu (24/8/25) sekitar pukul 15.30 WIB.

Pelaku Penculikan Mengaku Dibayar Rp50 Juta

Lewat kuasa hukum, Adrianus Agal, empat penculik mengklaim ada seseorang yang memerintah mereka melakukan penculikan.

Orang yang memerintah itu juga menjanjikan bayaran sekitar Rp50 juta jika mereka bisa menculik korban dari parkiran salah satu pusat perbelanjaan di Pasar Rebo, Jakarta Timur (Jaktim).

Setelah melakukan penculikan, mereka belum mendapatkan semua uang yang dijanjikan. Baru berupa uang muka. Tetapi, mereka keburu ditangkap.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini