JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah pedagang yang menghuni kolong flyover Grogol mengaku pasrah apabila lapak dagangan mereka harus tergusur oleh rencana penataan ulang kolong flyover menjadi ruang publik.
Pantauan Kompas.com di lokasi, kolong flyover yang terletak di persimpangan Jalan Kyai Tapa dan Jalan Dr. Makaliwe itu digunakan sebagai lapak berjualan oleh sejumlah pedagang.
Dwi Aryati (41), seorang wanita yang sudah lebih dari 10 tahun berjualan di sekitar kolong, menyebutkan tak berani melawan kebijakan pemerintah.
Baca juga: Kolong Flyover Rawa Buaya yang Akan Disulap Jadi Ruang Publik Terbuka
"Yah, saya kan walaupun sudah lama juga, tapi ini bukan tanah saya. Enggak berani juga melawan pemerintah gitu-gitu," ucapnya kepada Kompas.com, Selasa (26/8/2025).
Di kolong flyover, Dwi menjajakan dagangan berupa minuman, yaitu kopi dan minuman serbuk, serta mi instan.
Biasanya, pelanggan yang membeli dagangannya adalah para sopir angkot yang ngetem di jalur putaran balik kolong flyover itu.
"Atau kalau enggak sopir angkot, kadang ramai orang di sini yang neduh kalau hujan," imbuhnya.
Dwi mengaku dirinya adalah generasi kedua yang melanjutkan usaha orang tuanya berdagang di kolong flyover Grogol.
Perempuan asal Solo itu mengaku keluarganya sudah merantau ke Jakarta dan menjadi pedagang selama puluhan tahun.
Baca juga: Cerita Perantau Tinggal di Kolong Flyover Grogol, Menanti Digusur Penataan Ruang Publik
"Kalau ditotal dari zaman dulu, lebih dari 20 tahun ada kali ya. Dari zaman ibu saya dulu, dagang di sini juga, sama kayak begini," kata Dwi.
Meski sudah sering digusur, ia mengaku tetap tidak pernah terbiasa saat lapaknya didatangi Satpol PP yang berupaya menertibkan kolong flyover.
Baginya, hal itu menjadi pengalaman traumatis karena ia pernah mengalami peristiwa saat dagangannya dirusak dan diangkut dalam penertiban.
"Dulu banget itu pernah sampai diangkut paksa, dulu masih ramai yang dagang di sini. Gara-gara itu, saya jadi takut terus bawaannya kalau lihat petugas," ucapnya.
Hal itu juga yang mendorong Dwi untuk berpasrah diri apabila kolong flyover memang akan ditata ulang dan membuat dirinya harus pindah.
"Ya, jadi saya juga enggak berani, nurut aja deh. Namanya juga rakyat kecil," katanya.