Komisi III Sebut TNI-Polri Sudah Bekerja Sesuai Aturan Terkait Demo DPR

3 days ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 1.250 personel gabungan dari Polri, TNI dan petugas Pemda DKI dikerahkan untuk mengamankan unjuk rasa yang berlangsung di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senin (25/8). Pengamanan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis, tanpa penggunaan senjata api.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro juga menyebut sebelum penugasan, para anggota mengikuti apel guna menyamakan persepsi terkait langkah-langkah pengamanan secara humanis.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni pun mengapresiasi kinerja TNI-Polri dan massa aksi yang menjaga kondusifitas saat demo di DPR kemarin. Politikus NasDem ini melihat upaya demo yang damai sebagai bentuk kedewasaan demokrasi.

“Saya apresiasi untuk seluruh personel TNI-Polri yang kemarin mengawal demo kawan-kawan di DPR Senayan. Sampai sore hari, demo terpantau berjalan dengan aman dan lancar. Ini menunjukkan bahwa aparat kita bisa tegas sekaligus humanis dalam mengamankan ruang kebebasan berpendapat. Saya juga apresiasi para pendemo yang telah menyampaikan aspirasinya dengan tertib. Ini menunjukkan bahwa kita berhasil menjalankan kehidupan demokrasi yang sesuai dengan aturan,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Selasa (26/8).

Meski demikian tak bisa dipungkiri, Sahroni menyebut pastinya ada gesekan yang terjadi di lapangan. Namun ia menilai aparat dan mayoritas massa aksi tetap menjaga situasi agar tetap kondusif.

“Sementara bagi yang kemarin masih kurang tertib, saya harap ke depannya bisa lebih tertib lagi. Memang tak bisa dihindari, pasti ada saja sedikit gesekan. Untungnya aparat tidak terpancing. Justru yang ditunjukkan adalah sikap tegas tapi tetap terukur, sesuai SOP. Kerja-kerja humanis seperti inilah yang kita harapkan dari aparat,” demikian Sahroni.

Polisi Sayangkan Perusakan Fasilitas Umum

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary menyayangkan sejumlah pihak yang melakukan aksi perusakan fasilitas publik, saat aksi massa di Gedung DPR/MPR RI Jakarta. Menurut dia, hal itu dilakukan oleh pihak tidak bertanggungjawab.

"Ada hal yang disayangkan, ada pihak-pihak lain yang mencoba memanfaatkan situasi dan melakukan hal-hal yang mengganggu keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) rekan-rekan tadi sudah tahu juga di lapangan ada kendaraan roda dua yang dibakar, kemudian pagar kawat di depan DPR dirusak, kemudian ada separator busway dirobohkan yang diduga dilakukan oleh pihak lain yang ingin memanfaatkan situasi," kata Ade di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (25/8/2025).

Demi membuat situasi kondusif, Ade memastikan ribuan personel sudah diterjunkan. Total, ada 1.250 anggota gabungan yang terdiri dari Polri, TNI dan Satpol PP.

"Kami secara bertahap telah melalukan upaya dengan menurunkan 1.250 personel. Terhadap para pihak yang ingin memanfaatkan situasi melakukan tindakan menyebabkan terganggunya ketertiban umum terganggunya situasi Kamtibmas tentunya telah dilakukan tindakan penertiban," tegas Ade.

Ade berharap, selanjutnya aksi dapat berjalan dengan sesuai aturan dalam menyampaikan pendapat.

"Jadi mohon dengan hormat kita sama-sama saling jaga situasi Kamtibmas, prioritas kami Polda Metro Jaya untuk menjaga situasi Kamtibmas," dia menandasi.

Puan Janji Tampung Semua Aspirasi: Mari Kita Sama-Sama Perbaiki

Ketua DPR RI Puan Maharani angkat bicara soal aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat di depan Gedung DPR/MPR RI, Senin (25/8/2025). Puan berjanji DPR akan menampung semua aspirasi dan masukan yang disampaikan masyarakat.

Dia mempersilahkan masyarakat untuk memberikan masukan untuk DPR. Puan menyebut hal ini untuk memperbaiki kinerja lembaga legislatif.

"Ya kami akan tetap menampung semua aspirasi, masukan dari masyarakat dan kami minta masukan dari semua masyarakat untuk membantu memperbaiki kinerja dari DPR untuk bisa sama-sama kita perbaiki dalam membangun bangsa dan negara," jelas Puan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (25/8/2025).

Terkait adanya barikade beton di depan DPR, dia meminta pendemo saling menghormati dalam menyampaikan aspirasi. Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) itu memastikan DPR akan membahas aspirasi masyarakat untuk perbaikan kedepannya.

"Ya mari kita sama-sama saling hormat menghormati dalam menyampaikan aspirasi. Kami juga di DPR akan menampung semua aspirasi dan tentu saja semua aspirasi itu akan kita sama-sama bicarakan untuk kita sama-sama perbaiki," kata Puan.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini