Setidaknya 62.744 warga Palestina tewas dalam perang genosida Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023, ungkap Kementerian Kesehatan pada Senin 25 Agustus 2025. Mayoritas dari korban tewas adalah perempuan dan anak-anak.
Sebuah pernyataan dari kementerian tersebut menyebutkan 58 orang tewas dan 308 lainnya luka-luka dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah full korban luka menjadi 158.259 orang.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Setidaknya lima jurnalis Palestina, termasuk satu dari Al Jazeera, termasuk di antara 20 orang yang tewas dalam serangan Israel di sebuah rumah sakit di Gaza selatan pada Senin. Mereka yang tewas termasuk wartawan, dokter, dan pekerja pertahanan sipil yang bergegas membantu yang terluka setelah pengeboman awal Israel ke Rumah Sakit Nasser, Khan Younis.
Jurnalis Hussam al-Masri (Reuters), Mohammad Salama (Al Jazeera), Mariam Abu Daqqa (freelance untuk AP), Ahmed Abu Aziz (Quds Network), dan Moaz Abu Taha (NBC) tewas dalam serangan tersebut.
Kementerian juga melaporkan 11 kematian baru akibat kelaparan dan malnutrisi, termasuk dua anak-anak, sehingga full kematian terkait kelaparan menjadi 300, termasuk 117 anak-anak.
“Banyak korban masih terjebak di bawah reruntuhan atau di jalanan,” kata kementerian tersebut seperti dilansir Anadolu. Mereka menambahkan bahwa tim penyelamat masih belum dapat menjangkau mereka karena pemboman Israel yang terus berlanjut dan kurangnya peralatan.
Sejak 18 Maret, ketika Israel melanjutkan kampanye militernya setelah melanggar gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan, Kementerian Kesehatan menyatakan 10.900 warga Palestina telah tewas dan 46.218 luka-luka.
Sementara itu, pasukan Israel terus menargetkan warga sipil yang mencari bantuan kemanusiaan, menewaskan 28 orang dan melukai 184 lainnya dalam 24 jam terakhir.
Menurut kementerian, 2.123 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 15.615 lainnya terluka saat mencari bantuan sejak 27 Mei.
Blokade penuh Israel terhadap Jalur Gaza, yang diberlakukan sejak 2 Maret, telah menciptakan kondisi yang sangat buruk bagi 2,4 juta penduduk wilayah kantong tersebut, yang mengakibatkan kelaparan, wabah penyakit yang meluas, dan lumpuhnya layanan-layanan penting.
November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perang yang dilakukannya di wilayah kantong tersebut.