Lewat TPM, SIG Tuban Buktikan Produktivitas Selaras dengan Industri Hijau

2 days ago 1

TUBAN – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya kerja yang produktif, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan. Melalui penerapan Total Productive Maintenance (TPM), SIG Tuban berhasil mencatat efisiensi biaya produksi mencapai Rp 4,5 miliar hanya dalam enam bulan pertama tahun 2025.

Capaian ini dipaparkan dalam ajang TPM Award Semester I 2025 yang digelar di Auditorium Lantai 2, Kantor Pusat SIG Tuban, Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Rabu (27/8/2025). Kegiatan rutin ini menjadi wadah apresiasi bagi karyawan, kelompok kerja, hingga outsourcing yang berhasil melakukan inovasi dan betterment di lingkungan kerja.

Dengan mengusung tema “Clean Environment Toward Sustainability & Green Industry”, TPM Award tidak sekadar ajang penghargaan internal, tetapi juga refleksi atas keseriusan SIG Tuban dalam membangun budaya industri hijau.

Group Head of Production SIG Tuban, Benny Ismanto, menekankan bahwa TPM merupakan proses jangka panjang untuk membangun budaya kerja produktif.

“Menjalankan TPM tidak mudah, apalagi dalam lingkungan yang belum terbiasa. Tapi dengan disiplin dan inovasi, kita bisa memastikan peralatan produksi terawat optimal, biaya efisien, dan produktivitas terjaga,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa TPM bukan sekadar soal hasil akhir, tetapi juga proses pembelajaran. “Bagaimana membentuk kelompok kerja, bagaimana individu memberi kontribusi, itu semua penting. Bahkan, TPM bisa kita bawa pulang sebagai budaya hidup di rumah,” ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa TPM bukan sekadar teknis pemeliharaan mesin, melainkan transformasi budaya organisasi menuju perusahaan yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan.

Data yang dipaparkan TPM Senior Officer SIG Tuban, Sulaiman, menunjukkan bahwa sejak Januari hingga Juli 2025, implementasi TPM telah menghasilkan efisiensi biaya sebesar Rp 4,5 miliar. Efisiensi ini berasal dari serangkaian programme absorption betterment di berbagai country produksi, mulai dari perbaikan kecil yang berdampak besar, penghematan energi, hingga perawatan peralatan yang lebih tepat sasaran.

“Keberhasilan ini adalah bukti nyata kolaborasi lintas level. TPM tidak boleh berhenti di manajemen saja, tetapi harus melibatkan seluruh karyawan, bahkan outsourcing. Karena setiap ide kecil bisa menghasilkan dampak besar,” tegasnya.

Dalam TPM Award Semester I 2025, sejumlah penghargaan diberikan kepada individu maupun kelompok yang menunjukkan dedikasi dan inovasi terbaik. Mulai dari Leader Gugus Terbaik, SGA (Small Group Activity) terbaik, hingga Area Owner terbaik.

Beberapa pemenang di antaranya:

  • Leader Gugus Terbaik: Didiet Joko Susil (Cement Silo & OK Mill)
  • SGA Terbaik: Juara 1 OK Mill, Juara 2 Packer Tuban 1, Juara 3 WHRPG
  • Anggota SGA Terbaik: Agung Nugroho (Reclaimer & Mix Bin Tuban 2)
  • Outsourcing Terbaik: Andan Muntohir (SGA Crusher Tuban 2)
  • FI Terbaik: Safety Device (Juara 1), Lubricon (Juara 2), Miner (Juara 3)

Penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga dorongan bagi seluruh karyawan untuk terus berinovasi dalam menjaga keberlanjutan operasional.

SIG Tuban menegaskan bahwa transformasi menuju industri hijau tidak bisa hanya berhenti pada jargon. Implementasi TPM yang dikaitkan langsung dengan efisiensi energi, perawatan peralatan, dan pengelolaan lingkungan bersih adalah langkah nyata perusahaan untuk mendukung docket pembangunan berkelanjutan (SDGs).

“Dengan efisiensi Rp 4,5 miliar, SIG Tuban membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan justru bisa berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas,” pungkas Benny. (Jun/Tgb).

Read Entire Article









close
Banner iklan disini