Mayjen Kristomei: Kami Tak Ada Kepentingan Lagi dengan Eks Marinir Satria

4 days ago 1

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi menegaskan, pihaknya tidak lagi memiliki kepentingan terhadap eks marinir Satria Arta Kumbara yang menjadi tentara bayaran di Rusia.

Tegasnya, TNI tidak lagi memiliki tanggung jawab terhadap sosok yang berstatus desersi dan dipecat dari TNI Angkatan Laut (AL) itu.

"Kan sudah keluar, desersi kan? Bukan bagian dari TNI lagi untuk mengawasinya. Kami kan tidak ada kepentingan lagi karena statusnya sudah dipecat," ujar Kristomei saat ditemui di Gedung Yos Soedarso, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Jakarta, Senin (25/8/2025).

Baca juga: Eks Marinir Satria Kumbara Jadi Tentara Bayaran, Dubes Rusia: Jika Langgar UU, Itu Tanggung Jawabnya

Jelasnya, eks marinir Satria Arta Kumbara sudah berstatus sebagai masyarakat sipili usai dipecat dari TNI AL.

"Jadi, TNI tidak bertanggung jawab lagi untuk itu," ujar Kristomei.

Terluka Parah

Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan kondisi kritis Satria Arta Kumbara saat terluka di medan perang.

Dalam rekaman tersebut, Satria tampak mengalami luka serius di bagian kepala, yang diduga akibat serangan drone kamikaze dari pasukan Ukraina. Wajahnya terlihat dipenuhi darah, sementara ia terlihat terbaring lemah dengan kepala diperban.

Baca juga: Dubes Rusia Sebut Eks Marinir Satria Kumbara Jadi Tentara Bayaran Atas Keputusannya Sendiri

Meski dalam kondisi sekarat, Satria masih sempat menyampaikan pesan menyentuh untuk tanah airnya, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

"Dirgahayu Republik Indonesia. Semoga rakyatnya sejahtera dan Indonesia bisa menciptakan banyak lapangan kerja di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Sekali merdeka tetap merdeka," ucap Satria dalam video, seperti dikutip dari WartakotaLive.com, Minggu (24/8/2025).

Respon Dubes Rusia

Sementara itu, Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menegaskan, pihaknya tidak bertanggung jawab atas konsekuensi yang akan dihadapi eks prajurit Marinir TNI AL, Satria Arta Kumbara di Indonesia.

Ia menegaskan, keputusan Satria menjadi tentara bayaran di Rusia merupakan kehendaknya sendiri. Kedubes Rusia di Jakarta dan di manapun, menurutnya, tidak pernah merekrut personel Angkatan Bersenjata Rusia.

“Jika (Satria) Kumbara melanggar undang-undang Indonesia, hal itu adalah tanggung jawabnya sendiri karena sebagai WNI ia seharusnya paham apa yang bisa ia lakukan dan tidak,” tegas Tolchenov di Jakarta, Rabu (20/8/2025), melansir Antara.

Baca juga: Sikap Pemerintah soal Eks Marinir Satria Arta Ditentukan Lewat Rakor Lintas Kementerian

Tolchenov mengaku baru mengetahui informasi terkait Satria dari pemberitaan di Indonesia. Ia telah mengkonfirmasikan kabar tersebut kepada atase pertahanan, yang juga mengaku tidak memiliki informasi apapun soal Satria.

Namun, ia tak memungkiri bahwa orang asing dapat mendaftar secara sukarela sebagai personel Angkatan Bersenjata Rusia.

“Personel profesional yang merupakan warga negara Rusia atau, dalam beberapa kasus, orang asing bisa menandatangani kontrak (bergabung ke militer Rusia)," ujar Tolchenov.

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!

Read Entire Article









close
Banner iklan disini