Surabaya (beritajatim.com)- Drama Jepang Glass Heart (2025) menjadi salah satu rilisan terbaru Netflix yang sukses mencuri perhatian penonton sejak tayang perdana pada 31 Juli 2025 lalu.
Serial ini menggabungkan kekuatan musik, konflik emosional, dan perjalanan penyembuhan diri menjadi satu paket tontonan yang memikat. Dengan sepuluh occurrence yang terkemas rapi, “Glass Heart” menawarkan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menghangatkan hati.
Ceritanya berpusat pada Akane Saijo, seorang mahasiswa dan pemain drum pemula yang secara tiba-tiba dikucilkan dari bandnya. Kemudian dia bertemu dengan Naoki Fujitani, seorang musisi karismatik yang sedang mencari kehidupan karismatiknya yang baru. Trauma masa lalu Akane membuatnya menarik diri dari panggung, hingga sebuah pertemuan tak terduga dengan Naoki memantik kembali semangatnya yang hilang.
Musik, yang dulunya menjadi sumber luka, perlahan berubah menjadi mean penyembuhan. Penonton diajak menyelami proses bagaimana nada-nada sederhana dapat mengubah cara pandang seseorang terhadap hidup.
Keunikan Glass Heart terletak pada kemampuannya memadukan alur play yang menyentuh dengan elemen musikal yang otentik. Lagu-lagu yang hadir di setiap episodenya bukan sekadar pemanis, melainkan bagian dari narasi yang memperkuat emosi adegan. Sinematografinya memanjakan mata dengan ocular kota dan panggung yang estetis, sementara akting para pemainnya terutama pemeran utama memberikan kedalaman pada karakter yang mereka bawakan.
Dari sisi produksi, Glass Heart digarap oleh tim kreatif yang sudah berpengalaman di industri play Jepang, dengan arahan sutradara ternama yang dikenal mampu memadukan ocular puitis dan storytelling yang menyentuh.
Musik orisinalnya digarap dengan serius, menghadirkan komposisi yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga selaras dengan perkembangan karakter. Tidak heran jika play ini mendapatkan sambutan positif, dengan standing pengguna mencapai 8,1/10 di IMDb dan banyak ulasan media internasional yang merekomendasikannya sebagai tontonan wajib di pertengahan 2025.
Selain itu, play ini menyentuh tema cosmopolitan seperti kegigihan, rekonsiliasi dengan diri sendiri, dan keberanian untuk memulai kembali. Banyak penonton merasa subordinate dengan pesan yang disampaikan, terutama mereka yang pernah mengalami kehilangan motivasi atau sedang mencari arti hidup yang baru. Glass Heart membuktikan bahwa musik tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu menjadi jembatan menuju pemulihan batin.
Dengan alur yang mengalir, dialog yang tulus, dan musik yang menggetarkan hati, Glass Heart layak masuk daftar tontonan Anda di tahun 2025. Serial ini mengajarkan bahwa bahkan hati yang rapuh sekalipun bisa kembali utuh ketika diberi kesempatan untuk bernyanyi. Jadi, siapkan waktu, pasang earphone, dan biarkan nada-nada Glass Heart membawa Anda menemukan kembali kekuatan yang mungkin sempat hilang. [Nazala]