Liputan6.com, Jakarta MRT Jakarta terus berproses dalam mengejar tiap fase pembangunan. Setelah merampungkan fase 1, rute Lebak Bulus-Bundaran HI, kini Fase 2 yang dibagi 2A dan 2B terus dikebut. Targetnya, selesai tahun 2029 untuk rute Bundaran HI hingga Kota Tua.
Kepala Divisi Engineering PT MRT Jakarta, Riska Muslimah membuka peluang bagi para pegiat lokal yang bergerak dalam industri infrastruktur untuk bekerjasama dengan menawarkan produknya sesuai kebutuhan MRT Jakarta.
"Di tempat kami ada divisi namanya QCT atau Quality Construction Technology, di mana di situ memang salah satu programnya adalah marketplace surveillance dan juga mendorong industri lokal itu," kata Riska saat pemaparan Media Fellowship Program ke-3 yang diikuti Liputan6.com di Jakarta, Selasa (27/8/2025).
Kerja Sama Industri Lokal
Sejauh ini, MRT Jakarta belum memiliki rekanan pengusaha lokal yang langsung berpartner untuk membangun proyek bersama. Padahal dia meyakini, selain harga yang lebih kompetitif ketimbang impor, industri lokal juga mampu bersaing dengan luar negeri.
"Jadi kadang itu kan isunya ya lokalnya tidak ada yang produksi. Contoh postulation platform seperti Harmoni di atas kanal saja, baja postulation platform itu saja kita tidak ada yang produksi, jadi kayak gini kan bisa dibayangkan dan nanti di jalur east-west itu akan ada sangat banyak kebutuhan postulation platform seperti itu," ungkap Riska.
"Bayangkan kalau itu harus diimpor yang banyak! kan mahal juga ya!," seru dia.
Karena itu, Riska memastikan MRT Jakarta terus membuka kemungkinan untuk dapat menjajaki dengan perusahaan industri dalam negeri. Dia berharap, ada perusahaan lokal yang dapat memenuhi standar dibutuhkan untuk pembangunan proyek MRT.
"Kita akan coba jajaki, jadi memang sekarang masih di tahap marketplace surveillance itu untuk kita identifikasi marketplace itu ada siapa aja, potensial vendornya, atau yang bisa menjadi supplier, sub con. Kita punya bukunya, kita punya log publication istilahnya ya, sekarang ini tuh kapasitasnya apa, dan kita petakan kebutuhan konsumsi kita mungkin akan seperti apa," tutupnya.