Omzet Pedagang di Cilincing Menurun Imbas Proyek Peninggian Jalan

2 days ago 1

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pedagang mengeluhkan omzetnya menurun imbas proyek peninggian Jalan Madya, Kebantenan, RT 08, RW 02, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara.

"Yang benar-benar dirugikan yang abis ruas persimpangan ini, karena ini benar-benar enggak ada urgensinya ditinggikan, sekitar 30 meter," ujar salah satu pedagang terdampak bernama Desi Iriyanti (35) saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Rabu (27/8/2025).

Setidaknya, kata Desi, ada 12 kios dan warung milik warga yang terdampak proyek peninggian jalan ini.

Baca juga: Warga Semper Timur Heran Jalan Masih Bagus Malah Dicor: Apa Urgensinya?

Dengan ada peninggian jalan tersebut, belasan kios menjadi lebih rendah dibandingkan jalan.

Kemudian, saluran aerial di depan belasan kios juga tak ikut ditinggikan sehingga membuat para pembeli kesulitan untuk parkir.

"Kalau kaya gini, centrifugal mau enggak mau parkir di jalan, otomatis kan mengganggu juga. Istilahnya, kalau mau makan mereka jadi malas karena enggak ada parkirannya. Ini jalan aja udah ditutup dari Jumat malam, kita pasti berkurang sekali pembelinya," ucap Desi.

Warga mengeluhkan peninggian Jalan Madya, Kebantenan, RT 08, RW 02, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara.KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU Warga mengeluhkan peninggian Jalan Madya, Kebantenan, RT 08, RW 02, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara.

Desi mengaku, dalam beberapa hari terakhir, pendapatannya menurun lebih dari 50 persen karena proyek peninggian jalan itu.

Pasalnya, menurut Desi, jalan di depan warung baksonya tak memiliki urgensi untuk ditinggikan, karena tidak banjir dan masih mulus.

"Di sini tuh enggak ada urgensinya buat ditinggiin, kebanyakan mudaratnya daripada manfaatnya," ujar Desi.

Baca juga: Jalan Depan Rumahnya Ditinggikan, Warga Cilincing Minta Kompensasi Bantuan Material

Pedagang es kelapa yang ikut terdampak bernama Yudi (40) juga mengeluhkan omzetnya yang menurun.

"Ya, menurun kan tutup terus, kurang lebih dua hari sejak ada pembangunan jalan ini," ucap Yudi.

Sama seperti Desi, omzet Yudi juga menurun hingga 50 persen belakangan ini.

Pasalnya, para pembeli sulit untuk menuju ke warung Yudi karena jalanannya yang ditutup.

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!

Read Entire Article









close
Banner iklan disini