:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325712/original/097582800_1756015204-1.jpg)
1/12
Seorang anak laki-laki menari di bagian depan perahu tradisional selama festival balap perahu Pacu Jalur di Sungai Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, pada 21 Agustus 2025. (Wahyudi/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325713/original/009644800_1756015206-2.jpg)
1/12
Pacu Jalur merupakan lomba dayung tradisional khas daerah Kuantan Singingi (Kuansing) yang hingga sekarang masih ada dan berkembang serta menjadi tren di Provinsi Riau. (Wahyudi/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325714/original/041567600_1756015207-4.jpg)
1/12
Lomba dayung ini menggunakan perahu yang terbuat dari kayu gelondongan yang oleh masyarakat sekitar juga sering disebut jalur. (Wahyudi/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325715/original/063035200_1756015208-3.jpg)
1/12
Dalam cerita masyarakat sekitar, Pacu Jalur merupakan lomba balap perahu atau sampan yang telah dilakukan ratusan tahun. (Wahyudi/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325716/original/075454100_1756015209-5.jpg)
1/12
Dengan dayung dan perahu berwarna-warni, para pendayung memadati perahu-perahu panjang. (Wahyudi/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325717/original/082236600_1756015210-6.jpg)
1/12
Mereka mendayung dengan penuh semangat di hadapan penonton yang membludak menyaksikan lomba dayung tradisional khas daerah Kuantan Singingi. (Wahyudi/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325718/original/098622600_1756015211-12.jpg)
1/12
Ajang ini sempat mendunia setelah tarian Rayyan Arkan Dikha di bagian depan perahu tradisional viral di media sosial. (Wahyudi/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325719/original/010774900_1756015213-8.jpg)
1/12
Untuk diketahui, dalam kepercayaan masyarakat setempat, pacu jalur merupakan puncak dari seluruh kegiatan, upaya, dan keringat warga selama setahun. (Wahyudi/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325720/original/018189800_1756015214-11.jpg)
1/12
Sebelum masa penjajahan Belanda, pacu jalur kerap digelar setiap merayakan hari besar umat Islam seperti Maulid Nabi Muhammad, Idul Fitri dan Tahun Baru Islam. (Wahyudi/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325721/original/019496300_1756015215-9.jpg)
1/12
Tradisi tahunan ini tidak hanya menghadirkan perlombaan dayung yang menegangkan, tetapi juga memperlihatkan kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing) yang diwariskan turun-temurun. (Wahyudi/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325722/original/023413600_1756015216-7.jpg)
1/12
Sebelum perahu jalur diturunkan ke sungai, para peserta bersama tokoh adat terlebih dahulu melakukan berbagai prosesi adat yang diyakini membawa keberkahan dan keselamatan selama bertanding. (Wahyudi/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325723/original/098134000_1756015216-13.jpg)
1/12
Rangkaian kegiatan ini menggambarkan betapa Pacu Jalur bukan sekadar olahraga, melainkan juga simbol persatuan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap tradisi. (Wahyudi/AFP)