Pelajar STM yang Ikut Demo 25 Agustus Serang Polisi di Kolong Flyover Pejompongan

3 days ago 1

JAKARTA, KOMPAS.com - Kelompok pelajar STM yang mengikuti demo 25 Agustus di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025) masih menolak dibubarkan.

Sekitar pukul 17.50 WIB, massa aksi kembali maju menyerang polisi yang tengah membubarkan diri ke dalam Gedung DPR RI.

Pantauan Kompas.com di lokasi, para pelajar kembali maju ke arah Flyover Slipi sambil melempar batu.

Baca juga: Imbas Demo 25 Agustus di DPR, KRL Tertahan di Stasiun Tanah Abang

Sejumlah warga yang tengah berteduh dari hujan di terowongan Flyover Pejompongan pun turut berlarian ke arah Gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Hingga pukul 18.09 WIB, rentetan ledakan petasan masih terdengar saling bersahutan dari arah Menara BNI 46.

Padahal, sebelumnya massa aksi sempat membubarkan diri ke arah Bendungan Hilir sekitar pukul 17.35 WIB.

Di terowongan Pejompongan dan sekitarnya, asap sisa gas air mata masih menyelimuti.

Sejumlah awak media dan warga yang menyaksikan bentrokan terlihat membasuh wajah mereka untuk meredakan efek gas air mata.

Sebelumnya, polisi dan pelajar yang masih bertahan di Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, terlibat bentrok pada Senin (25/8/2025).

Baca juga: 25 Pelajar Ditangkap di Ciputat Saat Hendak Ikut Demo di DPR

Rentetan ledakan petasan dari massa aksi terdengar bersahutan tepat di depan Menara BNI 46 sejak sekitar pukul 17.00 WIB hingga 17.45 WIB.

Petasan tersebut digunakan oleh massa aksi pelajar untuk bertahan dari dorongan polisi yang mencoba memukul mundur.

Sejumlah kendaraan pengendali massa berupa mobil barikade dan water cannon dikerahkan untuk memukul mundur massa ke arah Bendungan Hilir.

Gas air mata pun ditembakkan polisi setidaknya tiga kali langsung ke arah kerumunan massa.

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!

Read Entire Article









close
Banner iklan disini