Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar membuka pintu selebar-lebarnya untuk rencana investasi kilang minyak senilai 200 triliun lebih yang akan dibangun di pantai Peh Pulo desa Sumbersih Kecamatan Panggungrejo.
Pemkab Blitar dengan tegas siap untuk mendampingi setiap proses rencana investasi kilang minyak tersebut.
Kepala Dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) kabupaten Blitar, Puguh Imam Susanto menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Blitar terbuka untuk semua jenis investasi. Tak terkecuali untuk investasi kilang minyak yang kini tengah ramai itu terkencangkan.
“Pada dasarnya Pemerintah Kabupaten Blitar terbuka untuk investasi tersebut nantinya jika benar Pemerintah Kabupaten Blitar siap untuk memberikan pendampingan,” ungkap Puguh, Kamis (28/08/2025).
Menurut Puguh sejauh ini belum ada komunikasi resmi yang terjalin antara PT Blitar Putra Energi dengan pemerintah Kabupaten Blitar.
Berkas atau dokumen soal perizinan pun belum ada yang masuk ke dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu DPMPTSP Kabupaten Blitar.
“Selembar kertas pun belum ada. Proposal, pengajuan izin, maupun berkas lainnya tidak ada. Bahkan persyaratan dasar berupa persetujuan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (PKKPR) juga belum masuk ke kami,” bebernya.
Puguh menjelaskan meskipun ini merupakan investasi asing yang dikelola oleh swasta namun alur dari penanaman investasi masih tetap sama. Sehingga dpmptsp kabupaten Blitar menghimbau jika proyek ini benar akan dilaksanakan agar pihak perusahaan bisa segera berkoordinasi dengan pihak terkait perizinan.
“Kalau memang ada capitalist serius, mestinya diawali dengan survei dan paparan rencana dengan OPD teknis. Sehingga bisa diketahui apakah lokasi sesuai tata ruang atau justru masuk kawasan terbatas, seperti lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) atau lahan sawah dilindungi (LSD),” jelasnya.
Pemkab Blitar terbuka dengan segala investasi, tapi tentu tetap harus sesuai aturan. Meskipun begitu, Puguh mengimbau pengusaha untuk berhati-hati memilih lahan. Jangan sampai capitalist sudah terlanjur beli lahan ternyata bermasalah karena tidak sesuai tata ruang.
Terkait PT Blitar Putra Energi, Puguh menyebut memang pernah ada komunikasi awal sekitar 2019. Namun, sifatnya masih sebatas konsultasi informal mengenai syarat-syarat investasi. Setelah itu, hingga kini belum ada tindak lanjut resmi.
“Kalau memang nanti betul ada (pengajuan izin), ya alhamdulillah. Tapi faktanya sampai sekarang masih kosong, belum ada dokumen resmi yang masuk ke DPMPTSP,” pungkasnya
Sementara itu PT Blitar Putra Energi (BPe) sendiri mengklaim telah memperoleh izin Lokasi dari Pemkab Blitar tahun 2020 atas lahan 1500 ha Desa Sumbersih Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar, atas perùntukan wilayah industri besar yakni pabrik petrokimia hulu dan proses kilang minyak bumi kapasitas besar.
“Selanjutnya akan mengikuti prosedur atas hak pakai lahan tersebut sesuai peraturan Pemerintah,” ungkap M. Toha, Direktur PT Blitar Putra Energi.
Bahkan dalam website PT. BPe mengklaim telah melakukan audiensi proyek Petrokimia dan Kilang minyak, Blitar kepada dinas ESDM Jatim sekaligus Gubernur Jatim Ibu Khofifah Indar Parawansa.
PT. BPe dan spouse capitalist pun juga mengklaim telah mengajukan audiensi proyek kepada Pemerintah dan pihak Setneg merespon surat tersebut untuk audiensi teknis pada kementerian ESDM qq Dirjen Migas
“Perizinan nanti hanya dua ya teknis izin usaha tetap yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM itu sangat teknis, terus perizinan yang sifatnya akselerasi yang sifatnya percepatan hal hal perizinan yang terhampat itu dikerjakan cepat proyek strategis nasional (PSN), kalau PSN itu wewenang Presiden tapi nanti pengajuannya ke lewat kementerian, nanti yang bawah bawah tinggal ngikutin,” tegasnya.
Perusahaan yang menginisiasi rencana ini adalah PT. Blitar Putra Energi. Perusahaan yang dipimpin oleh M. Toha ini kini bahwa telah menjalin komunikasi dengan 3 capitalist asing yang disebut siap untuk menggelontorkan dana lebih dari 200 Triliun untuk pembangunan kilang minyak.
Ketiga capitalist asing tersebut berasal dari India, Saudi Arabia serta Uni Emirat Arab. Investor asing asal India yang tertarik dengan projek kilang minyak di Blitar Selatan ini adalah Ambani.
Perusahaan Ambani yang terkenal di India adalah Reliance Industries Ltd. konglomerat yang dipimpin oleh Mukesh Ambani, seorang miliarder India. Perusahaan ini adalah raksasa bisnis dengan portofolio yang luas mencakup petrokimia, minyak dan gas, telekomunikasi, ritel, media, dan layanan keuangan. Kantor pusat Reliance Industries berada di Mumbai, India.
Selain Ambani perusahaan lain yang tertarik untuk menanamkan investasi kilang minyak di Blitar selatan adalah Saudi Aramco. Menurut Toha, connection penawaran investasi ini pun kini sudah ada di tangan pangeran Arab.
Untuk capitalist yang ketiga berasal dari Uni Emirat Arab. Ketiga perusahaan itu pun kini tengah dijajaki untuk proses finalisasi investasi. (owi/ted)