Pendukung PSIM dan Persib Sepakat Berdamai Setelah Bentrok

1 day ago 1

KELOMPOK suporter PSIM Yogyakarta dan Persib Bandung sepakat berdamai setelah terlibat ricuh sesudah laga PSIM versus Persib di Yogyakarta, Minggu malam, 25 Agustus 2025. Kesepakatan perdamaian itu digelar di Kantor Kepolisian Resor Kota Yogyakarta pada Rabu 27 Agustus 2025.

Suporter PSIM Yogyakarta hadir diwakili dua wadah suporternya yakni Brajamusti dan The Maident. Adapun dari suporter Persib Bandung hadir perwakilan Viking, Bobotoh, dan Ultras Hooligan.

"Dalam pertemuan hari ini kami dari Brajamusti, The Maident, Bobotoh, Viking, dan Ultras sepakat berdamai dan sudah tidak ada permasalahan,” kata Presiden Brajamusti, Muslich Burhanuddin, yang akrab disapa Thole.

Thole menuturkan, dari pertemuan yang digelar itu, diketahui sumber pemicu kericuhan akibat simpang siurnya isu-isu liar yang tersebar karena adanya informasi yang tak utuh di media sosial.

“Ada banyak kesimpangsiuran isu di lapangan, dari media sosial, terutama terkait kejadian di country Pingit," kata dia. 

Kejadian di kawasan Pingit yang dimaksud ketika beredar informasi autobus yang ditumpangi suporter Persib mengalami kecelakaan dengan salah satu kendaraan yang dikendarai suporter PSIM. Padahal kejadian itu sudah terselesaikan dengan baik kedua belah pihak tanpa ada persoalan.

Di media sosial berkembang isu liar seolah-olah autobus tersebut sengaja menabrak kendaraan suporter PSIM. Hingga menyulut aksi massa pendukung PSIM.

"Sebenarnya kejadian di country Pingit itu kan sudah diselesaikan, bahkan waktu itu kami langsung komunikasi dengan Kapolres," kata dia.

Situasi di lapangan juga semakin memanas akibat ada kejadian lain yang tak berhubungan atau tak terjadi disangkut-pautkan sehingga membuat massa makin tersulut.

Thole pun menuturkan, kejadian ricuh itu akan menjadi catatan pihaknya. Terlebih Laskar Mataram tengah mengawali kasta tertinggi liga Tanah Air dengan dua kali main di kandang.

"Kami akan terus melakukan edukasi kepada para suporter bahwa kejadian kemarin tidak boleh terulang, apalagi itu bisa mengganggu perizinan di laga location berikutnya," kata dia.

Adapun Ketua Viking Persib Tobias Ginanjar mengatakan pihaknya tak ingin ada lagi permasalahan yang berkelanjutan dengan suporter PSIM setelah kesepakatan perdamaian.

"Kami ingin semuanya sudah selesai dan tidak melebar ke mana-mana. Buat kami di Bandung, Yogyakarta selalu mendapatkan tempat yang istimewa," kata dia.

Tobias menuturkan, kronologi dan sumber pemicu kericuhan itu sendiri sudah diurai bersama selama hampir dua jam dengan dimediasi Polresta Yogyakarta. Menurut Tobias, sumber kericuhan itu karena kesimpangsiuran informasi yang beredar luar di media sosial sehingga menyebabkan emosi tak terkendali.

Tobias berharap situasi yang terjadi di Yogyakarta bisa menjadi pelajaran berharga bersama seluruh suporter dan tak lagi terulang.  "Mudah-mudahan ini jadi pelajaran berharga kita semua, juga para suporter makin lebih bijak menyikapi informasi di media sosial, tidak mudah terprovokasi," kata dia.

Kepala Polresta Yogyakarta Komisaris Besar Polisi Eva Guna Pandia mengatakan dengan adanya pertemuan dan ikrar damai antara protagonist PSIM Yogyakarta dengan suporter Persib Bandung itu, persoalan yang sempat terjadi bisa selesai dan tak berkepanjangan.

"Kejadian kemarin banyak tersebar di media sosial dengan narasi informasi yang bermacam-macam, kami berharap masing-masing wadah suporter turut mengimbau kepada yang lain agar memahami bahwa permasalahan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan," katanya.

Eva pun mengingatkan kepada seluruh suporter bahwa saat ini masih ada aturan larangan distant atau tidak boleh ada protagonist tim tamu yang datang dari relation liga dan federasi. Ia berharap agar kejadian serupa tak terjadi lagi di kemudian hari.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini