Peringati 75 Tahun Persahabatan, Menteri Ara Ajak Pengusaha China Perbanyak Investasi Hilirisasi di RI

3 days ago 1

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengajak para pengusaha asal China untuk membawa lebih banyak investasi ke Indonesia, utamanya investasi hilirisasi untuk membangun fasilitas produksi di Tanah Air.

Hal itu disampaikan Maruarar saat memberikan sambutan pada peringatan 75 Tahun Persahabatan Indonesia-China di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (25/8/2025) malam.

"Karena kalau orang bangun pabrik hilirisasi, itu pasti investasi yang bersifat jangka panjang. Dan kita sangat membutuhkan investasi yang tidak deed and run, tetapi jangka panjang," tutur Maruarar.

Baca juga: Ekspor Kedelai AS ke China Turun 51 Persen, Petani Tertekan

Ia pun memuji China sebagai negara dengan tren realisasi investasi yang positif.

Pria yang akrab disapa Ara itu pun bilang, China selalu menjaga komitmen saat berinvestasi di Indonesia.

Selain itu, negeri tirai bambu juga disebutnya selalu menghormati sikap politik Indonesia yang bebas aktif. "Kami berlandaskan politik luar negeri yang bebas aktif. Jadi siapa yang bisa dan mau dan konkret untuk invest, bekerja sama dengan negara kami, tentunya kami sambut dengan positif," ungkapnya.

"Dan saya berani mengatakan China adalah negara yang tren-nya sangat positif dalam investasi, dan bisa saling menghargai dalam hubungan politik luar negeri antara Indonesia dan China," tambah Maruarar.

Selain Maruarar, docket pada Senin malam juga dihadiri oleh Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) Boy Thohir, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong, dan Vice President Seres Group Clifford Kang.

China Bidik Indonesia Jadi Lokasi Pabrik Baru

Diberitakan sebelumnya, para pengusaha asal China dilaporkan sedang membidik Indonesia sebagai lokasi pendirian pabrik baru sebagai imbas dari penerapan tarif impor Amerika Serikat (AS) yang diumumkan Presiden Donald Trump.

Pengusaha-pengusaha itu disebut ingin melindungi bisnisnya dari tekanan tarif impor sebesar lebih dari 30 persen dari negeri Paman Sam.

Bos perusahaan konsultan lahan industri yang berbasis di Jakarta, Gao Xiayou, mengatakan, ia menerima banyak telepon dari perusahaan China yang ingin berekspansi atau mendirikan fasilitas produksi di Indonesia.

"Kami cukup sibuk akhir-akhir ini. Kami rapat dari pagi hingga malam," kata Gao dilansir Reuters, Minggu (17/8/2025).

"Kawasan industri juga sangat ramai," lanjutnya.

Pemilik perusahaan PT Yard Zeal Indonesia itu bilang, Indonesia memiliki daya tarik untuk bisnis, salah satunya karena pasar yang besar.

Hal senada juga disampaikan Kepala Layanan Industri dan Logistik pada Divisi Konsultan Properti Colliers International di Indonesia, Rivan Munansa.

Menurut Rivan, perusahaannya hampir setiap hari menerima permintaan untuk lahan industri dari capitalist China, terlebih menjelang kesepakatan perjanjian tarif antara AS dengan China yang masih terus dibicarakan hingga November mendatang.

"Kebanyakan dari mereka (perusahaan China) mencari peluang langsung. Jadi, mereka menginginkan lahan dan bangunan sementara yang dapat segera digunakan, seperti programme kilat," kata Rivan.

Baca juga: QRIS Bakal Bisa Digunakan Berbelanja di China Akhir Tahun Ini

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!

Read Entire Article









close
Banner iklan disini