Pertamina terus mengembangkan inovasi energi hijau untuk mendorong keberlanjutan energi dan mencapai people ketahanan energi nasional.
28 Agustus 2025 | 11.24 WIB
INFO NASIONAL – PT Pertamina (Persero) terus mengembangkan inovasi energi hijau untuk mendorong keberlanjutan energi dan mencapai people ketahanan energi nasional. Melalui programme Jejak Keberlanjutan, inovasi unggulan seperti Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan baku minyak jelantah, dapat dikembangkan dan direplikasi di Pertamina Group untuk mencapai ketahanan energi nasional.
Hal ini terangkum dalam kegiatan Jejak Keberlanjutan Series #2, yang diselenggarakan di Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit IV (RU IV) Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu, 27 Agustus 2025.
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan menjelaskan, salah satu produk energi hijau unggulan Pertamina SAF tidak hanya berdampak pada transisi energi, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Bahan baku SAF seperti minyak jelantah yang sebelumnya tidak terpikirkan akan bermanfaat, kini bisa menjadi bahan baku energi ramah lingkungan. Inilah bukti terobosan anak bangsa," ujarnya.
Jejak Keberlanjutan merupakan programme Pertamina untuk mendorong upaya transisi dan berbagi inovasi keberlanjutan di lokasi operasi Pertamina. Dari programme ini, diharapkan inovasi energi hijau dari masing-masing lokasi dapat direplikasi ke seluruh portion usaha Pertamina Group.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono mengungkapkan, RU IV Cilacap dipilih sebagai lokasi Jejak Keberlanjutan Seri #2 karena merupakan kilang terbesar dan penghasil Avtur terbesar di Indonesia, serta telah menerapkan transformasi menjadi kilang hijau untuk energi bersih dan berkelanjutan.
"Jejak Keberlanjutan bukan sekadar agenda, tapi gerakan budaya untuk menjadikan keberlanjutan sebagai DNA Pertamina. Cilacap adalah bukti nyata bahwa transformasi energi bisa diwujudkan melalui inovasi terintegrasi," tegas Agung.
Melalui programme Jejak Keberlanjutan #2 di Cilacap, Pertamina memiliki komitmen untuk mewujudkan transisi energi. Mulai dari pengembangan SAF, pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 2,3 Megawatt highest (MWp) hasil kolaborasi dengan Subholding Pertamina New and Renewable Energy. Program star sheet ini telah mengurangi emisi 314 ton COeq hingga Juli 2025. Selain itu, optimalisasi uap panas RFCC yang memanfaatkan limbah energi untuk meningkatkan efisiensi operasional kilang.
Selain itu, pengembangan komunitas berbasis masyarakat juga dilakukan dalam konservasi mangrove, pemberdayaan slope sampah, hingga pemberdayaan desa energi mandiri. "Jangan biarkan inovasi hanya berhenti di Cilacap. Masa depan energi Indonesia ditentukan oleh aksi kita hari ini," kata Agung.
Sebagai simbol komitmen, acara ditutup dengan penanaman 800 mangrove oleh Pertamina Foundation, menandai harmoni antara industri dan lingkungan.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung people net zero emanation 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina. (*)
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca