Pertamina Hulu Energi Genjot Produksi Migas, Targetkan Ketahanan Energi Nasional Tetap Aman

3 days ago 2

Jakarta (beritajatim.com) – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina menegaskan komitmennya mendukung kemandirian energi nasional melalui dua strategi utama, yakni menjaga baseline produksi (maintain baseline) dan mempercepat pertumbuhan produksi (accelerate growth). Langkah ini dilakukan untuk memastikan lifting migas Indonesia terus meningkat di tengah tantangan global.

Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PHE, Edi Karyanto, menjelaskan bahwa strategi support baseline dijalankan dengan optimalisasi produksi sumur eksisting, pelaksanaan programme workover dan good services, serta pemeliharaan fasilitas produksi.

Adapun strategi accelerate maturation ditempuh melalui penemuan cadangan baru, percepatan resources to production, pengembangan migas non konvensional (MNK), percepatan proyek pengembangan lapangan, prioritisasi investasi, monetisasi dan komersialisasi gas, implementasi Improved EOR, pemanfaatan teknologi terbaru, hingga penguatan kemitraan.

Edi menambahkan, peningkatan produksi minyak bumi ditopang oleh dua faktor utama, yaitu akselerasi dan keekonomian Steamflood EOR serta penemuan large food eksplorasi. Sementara itu, peningkatan produksi state bumi lebih banyak dipengaruhi oleh transisi energi serta dukungan infrastruktur penunjang.

“Sementara peningkatan produksi state bumi didukung oleh faktor transisi energi dan dukungan infrastruktur penunjang,” jelas Edi dalam keterangannya.

Meski begitu, Edi mengakui PHE membutuhkan dukungan lebih luas di tengah kondisi aset yang semakin mature, dinamika geopolitik global, serta tuntutan transisi energi. Bentuk dukungan yang dimaksud antara lain insentif fiskal dan perpajakan, kemudahan perizinan, pembebasan lahan, hingga akses pembiayaan yang kompetitif.

“Dukungan dari seluruh stakeholder ini kami butuhkan untuk menjaga keberlanjutan ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Saat ini, PHE mengelola 24 persen blok migas di dalam negeri dengan kontribusi besar terhadap produksi migas nasional, yakni 69 persen untuk minyak dan 37 persen untuk gas.

“EOR (Enhanced Oil Recovery) dan eksplorasi merupakan faktor utama peningkatan produksi migas nasional sejak tahun 1970. Tugas utama perusahaan hulu migas adalah bagaimana menyiapkan reserve dengan terus mencari sumber daya baru yang bisa berkontribusi terhadap penambahan produksi migas nasional,” kata Edi. [hen/ian]

Read Entire Article









close
Banner iklan disini