Polisi Tegaskan Tampung Semua Informasi Ungkap Kasus Tewasnya Diplomat Kemlu Arya Daru

2 days ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, kepolisian masih membuka ruang penyelidikan terkait tewasnya diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan alias ADP (39).

Ade Ary menegaskan, semua informasi dari keluarga maupun masyarakat akan ditampung.

"Ya, itu merupakan bagian informasi sekecil apapun, ditampung oleh penyelidik. Kemudian dilakukan pendalaman," ujar Ade Ary kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (26/8/2025).

Pernyataan ini disampaikan Ade Ary menanggapi informasi terkait WhatsApp dan Instagram ADP sempat aktif. Padahal, ponsel milik ADP yang hingga saat ini dinyatakan hilang, dan belum ditemukan.

Ade Ary mengatakan penyelidikan kematian Arya Daru Pangayunan alias ADP masih tetap berjalan.

"Selanjutnya, terkait peristiwa tersebut, penyelidik masih membuka, membuka ruang bagi siapapun yang memiliki informasi untuk memberikan info tersebut kepada penyelidik, guna ditindaklanjuti. Terakhir, kita rilis rekan-rekan hadir, tanggal 28 Juli," ucap Ade Ary.

Sebelumnya, luasa hukum keluarga Diplomat Kementerian Luar Negeri (diplomat Kemlu) Arya Daru Pangayunan, Nicholay Aprilindo mengungkapkan fakta baru.

Fakta baru ini adalah HP milik Daru yang hingga saat ini dinyatakan hilang, ternyata WhatsApp dan Instagramnya sempat aktif usai meninggal dunia. Bukti itu disampaikan istri Daru, Meta Ayu. Meta, lanjut Nicholay, sempat mengetahui Instagram milik Arya Daru aktif.

"Kami dapat informasi dari istrinya almarhum. Instagram milik almarhum sempat on. Padahal handphone milik almarhum ini dikatakan hilang dan belum ditemukan hingga saat ini," kata Nicholay, Sabtu 23 Agustus 2025.

Misteri kematian Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru memasuki babak baru. Polda Metro Jaya telah melakukan gelar perkara tertutup dan penyebab kematiannya kini terang benderang.

Pesan WhatsApp Terkirim

Istri Daru, lanjut Nicholay, sempat mengirim pesan ke nomor Whatsappnya dan diketahui terkirim dengan bukti centang dua.

"Istri almarhum sempat kirim Whatsapp ke nomor almarhum. Saat itu pesannya yang dikirim masuk atau centang dua. Kalau centang dua kan berarti nomornya masih aktif beserta aplikasinya," kata dia.

"Ini kan jadi misteri juga. Kalau hp-nya hilang kok masih connected di Instagram dan Whatsapp-nya saat dikirimi pesan juga centang dua berarti kan terkirim," tambah Nicholay.

Setelah sempat aktif, saat ini baik Instagram atau Whatsapp sudah tak bisa lagi dihubungi. Hal ini sudah dicek pihak keluarga dengan menghubungi Whatsapp atau Instagram Daru.

"Setelah dicoba kembali sekarang sudah nonaktif lagi. Tapi sempat aktif ini kan jadi tanda tanya bagi keluarga," tegas Nicholay.

Sebelumnya, Mabes Polri tengah mempertimbangkan sejumlah temuan dari keluarga terkait kasus kematian diplomat Arya Daru Pangayunan alias ADP (39).

Segala masukan menjadi perhatian penyidik agar semakin memperjelas misteri perkara yang hingga kini menyorot perhatian publik.

"Ada beberapa masukan yang tentunya masukan secara terbuka disampaikan oleh keluarga," tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin 25 Agustus 2025.

"Tentu yang pertama, Kita turut berempati dengan peristiwa yang telah terjadi, namun demikian terkait apa yang secara harapan dari keluarga tentu menjadi bagian atensi kita juga," sambung dia.

Polisi Pertimbangkan Temuan Keluarga Soal Kasus Kematian Diplomat Arya Daru

Trunoyudo meminta publik termasuk awak media berempati atas peristiwa yang menimpa almarhum Arya Daru. Mabes Polri sangat menghargai berbagai masukan yang datang, termasuk dari pihak keluarga.

"Tentu apa-apa yang menjadi petunjuk ini tentu menjadi suatu landasan, apakah ini memang merupakan temuan baru, apakah perkembangan baru ataukah sifatnya secara komprensif bisa menjadi bagian daripada kelengkapan proses penyelidikan pada tahap pertama," ucap dia.

Trunoyudo menekankan, kerja polisi dalam mengusut kasus Arya Daru tentu berdasarkan penelusuran ilmiah. Dia berharap, temuan dari keluarga dapat menyempurnakan kesimpulan dalam penyelesaian perkara tersebut.

"Tentu segala masukan apa-apa yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya sudah sejauh ini, dan beberapa profesi kepakaran sudah dilibatkan. Namun informasi-informasi yang lebih juga kita masih butuh terkait ini," Trunoyudo menandaskan.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini