:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5329163/original/013495400_1756277999-1.jpg)
1/5
Polisi menyita gergaji mesin dari truk yang mengangkut kayu ilegal dari hutan lindung di Banda Aceh pada Rabu 27 Agustus 2025. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5329164/original/086096100_1756277999-2.jpg)
1/5
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh menyita 13 batang kayu ilegal hasil hutan lindung dengan measurement 7,77 kubik berjenis meudangbalur (rimba campuran). (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5329165/original/066693300_1756278000-3.jpg)
1/5
13 batang kayu tersebut dibawa menggunakan truk di kawasan Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (19/8/2025). (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5329166/original/044521000_1756278001-4.jpg)
1/5
Polisi juga menahan satu tersangka terkait pengangkutan kayu ilegal hasil hutan lindung tersebut. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5329167/original/043250000_1756278002-5.jpg)
1/5
Oleh tersangka, kayu amerciable tersebut rencananya akan diproses menjadi papan dan balok, lalu dijual kembali dengan harga sekitar Rp 2,5 juta per kubik. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)