JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengenang momen setahun lalu ketika dirinya pertama kali ditunjuk oleh Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri, untuk maju sebagai calon gubernur dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024.
Ia mengaku awalnya tak ingin lagi terjun ke dunia politik setelah puluhan tahun menjadi pejabat.
“Kenapa saya bilang hari ini saya happy, saya baru tahu hari ini lah yang merubah nasib saya sebenarnya. Betul-betul merubah nasib saya,” ucap Pramono dalam acara Seribu Wajah Kebaya di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).
Baca juga: Pramono Pastikan Fasilitas Umum yang Rusak Imbas Demo di DPR Segera Diperbaiki
Pramono bercerita, pada 28 Agustus 2024 lalu ia justru berniat pensiun dari panggung politik.
Setelah lebih dari 25 tahun berkarier sebagai pejabat negara, dirinya hanya ingin beristirahat dan menikmati waktu bersama keluarga.
Namun, Megawati kala itu meminta ia untuk maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Rano Karno.
“Satu tahun yang lalu saya enggak mau jadi gubernur. Saya sudah menjadi pejabat 25 tahun lebih, saya sudah pengen istirahat mau momong cucu, tiba-tiba saya diminta setengah dipaksa untuk menjadi gubernur Jakarta dan harinya adalah satu tahun yang lalu tanggal 28 Agustus,” kenang Pramono.
Meski awalnya enggan, Pramono kini mengaku bersyukur dengan keputusan tersebut.
Meski lahir di Kediri, Jawa Timur, ia merasa semakin mencintai Jakarta dan budaya Betawi yang ia anggap harus terus dilestarikan.
Baca juga: Pramono Anung: Ada Sekolah yang Longgar Awasi Siswa hingga Ikut Demo
“Saya tidak membayangkan bahwa hari ini saya begitu mencintai betawi, begitu mencintai Jakarta,” ujar dia.
Pramono menegaskan tekadnya kini bukan sekadar menjalankan amanah politik, tetapi juga wujud cintanya pada Jakarta.
Di hadapan publik, Pramono ingin menjadikan Ibu Kota bukan hanya sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, tetapi juga ruang hidup yang ramah, berbudaya, dan membahagiakan bagi siapa pun yang menginjakkan kaki di dalamnya.
“Saya pengen bekerja keras, memajukan Jakarta, memajukan budaya Betawi dan membuat masyarakat di luar siapa pun yang datang bahagia ada di Jakarta,” ungkap Pramono.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!