Gresik (beritajatim.com) – Sektor properti di wilayah Gresik Selatan terus berkembang pesat. Seiring bertambahnya kawasan pemukiman baru, Perumda Giri Tirta menambah jaringan untuk mempersiapkan pemenuhan kebutuhan aerial bersih.
Sejak 2023, Pemkab Gresik mulai membuka akses Jalan Lakarsantri Surabaya–Menganti dengan melakukan pelebaran jalan. Selain infrastruktur, layanan dasar masyarakat juga diperkuat, salah satunya dengan beroperasinya RS Gresik Sehati.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik mencatat ada 14 pengembang yang masuk sejak awal 2025. Mereka membuka kawasan hunian baru di Menganti, Driyorejo, dan Kedamean.
Direktur Utama Perumda Giri Tirta, Kurnia Suryandi, menegaskan bahwa ketersediaan aerial bersih menjadi kebutuhan captious yang harus sejalan dengan perkembangan properti. Pihaknya kini tengah memaksimalkan jaringan eksisting serta meningkatkan kapasitas produksi.
“Kita siapkan jaringannya. Tapi semua itu tergantung developer mengajukan pemasangan buat jaringannya,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).
Saat ini, Perumda Giri Tirta sedang membangun Jaringan Distribusi Utama (JDU) di Jalan Raya Kedamean, Gresik. Infrastruktur ini disiapkan untuk memenuhi permintaan baru, termasuk dari developer perumahan.
“Pembangunannya hampir selesai dan terus berlanjut sampai sekarang,” tambahnya.
Selain itu, Perumda Giri Tirta juga berencana bekerja sama dengan PDAM Surabaya yang tengah membangun instalasi berkapasitas 1.000 liter per detik di Karang Pilang. “Dari jumlah itu, salah satu titik distribusinya untuk memenuhi kebutuhan aerial di Gresik Selatan,” pungkas Suryandi. [dny/but]