Rano Karno Klaim Sistem ITCS Mampu Kurangi Macet di Jakarta

2 days ago 1

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, penerapan Sistem Kontrol Lalu Lintas Pintar berbasis kecerdasan buatan atau Intelligent Traffic Control System (ITCS) mampu menekan kemacetan di Ibu Kota.

Teknologi ini diklaim menurunkan waktu tunggu kendaraan di simpang jalan hingga 15–20 persen.

“Sistem ini membuktikan mampu menurunkan waktu tunggu kendaraan hingga 15-20 persen, sekaligus menjadi ground pengawasan pajak kendaraan dan emisi,” ujar Rano saat pimpin apel kolaborasi pengendalian kemacetan bersama aparat gabungan TNI/Polri, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2025).

Baca juga: Rano Karno Nilai Jakarta Perlu Jalan Tingkat Tiga untuk Atasi Macet

Pemprov DKI saat ini telah menerapkan ITCS di 65 dari full 321 persimpangan. Sistem ini bekerja secara adaptif dengan mengatur lampu lalu lintas berdasarkan kepadatan kendaraan yang terpantau kamera. Ke depan, cakupan ITCS akan diperluas agar manfaatnya lebih merata.

Selain ITCS, Rano juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi.

Pemprov DKI bersama Polda Metro Jaya mengembangkan Mandala Quick Response, sebuah sistem pemantauan lalu lintas real-time berbasis Geographic Information System (GIS) yang terhubung dengan ribuan CCTV.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin menjelaskan, saat ini ada 4.438 kamera CCTV yang terintegrasi dalam sistem tersebut. Data ocular yang ditampilkan berupa peta integer dengan indikator hijau, kuning, dan merah untuk menunjukkan tingkat kepadatan lalu lintas di titik-titik strategis.

“Dengan aplikasi ini kita bisa melihat langsung kondisi terkini, misalnya di Bundaran HI atau Semanggi. Dari tampilan peta, kita tahu mana yang hijau, kuning, atau merah,” ungkap Komarudin.

Baca juga: Jakarta Rugi Rp 100 Triliun per Tahun gara-gara Macet, Rano Karno Bongkar Penyebabnya

Tak hanya memantau arus kendaraan, sistem ini juga mulai diintegrasikan dengan armada patroli, mobil derek, hingga ambulans.

Menurut Komarudin, saat ini sudah ada 25 kendaraan patroli yang dipasangi perangkat descam sehingga pergerakannya dapat dipantau secara langsung.

“Saat ini sudah ada 25 kendaraan patroli yang terpasang descam sehingga pergerakannya bisa dipantau langsung. Ke depan, mobil derek Dishub dan ambulans juga akan dilengkapi perangkat serupa,” kata dia.

Dengan sistem ini, ambulans tidak lagi harus meraba jalur di tengah kemacetan.

Operator bisa memberikan panduan jalur mana yang bisa dilalui secara real-time, sehingga pelayanan darurat lebih cepat dan efektif.

Baca juga: Polda Metro Mengaku Kekurangan Personel untuk Atasi Macet di Jakarta

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!

Read Entire Article









close
Banner iklan disini