Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Rabu, 27 Agustus 2025 |20:12 WIB
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Dina Masyusin/Foto: MNC Media
JAKARTA – Keterlibatan ratusan pelajar dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI kembali memicu perhatian publik. Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Dina Masyusin, menegaskan kasus ini mencerminkan lemahnya pengawasan dari berbagai pihak dan harus menjadi evaluasi bersama agar peristiwa serupa tidak terulang.
Dina menyoroti 203 pelajar yang diamankan polisi usai mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta Pusat, Senin 25 Agustus 2025. Ia menilai fenomena ini merupakan peringatan serius bagi pemerintah, sekolah, dan orang tua untuk memperkuat pembinaan terhadap anak-anak usia sekolah.
“Ini bukan sekadar soal pelanggaran aturan, tetapi juga cerminan lemahnya pengawasan. Sekolah dan orang tua harus lebih aktif membimbing anak-anak agar tidak terjebak dalam kegiatan yang berisiko,” ujar Dina dalam pernyataannya, Rabu (27/8/2025).
Menurut politisi Partai Perindo ini, pelajar sebaiknya diarahkan untuk menyalurkan aspirasi melalui jalur yang positif dan sesuai koridor hukum. Ia menegaskan demonstrasi bukan ruang yang tepat untuk anak-anak, terutama jika mereka belum memahami isu yang diperjuangkan.
“Pelajar punya hak berpendapat, tetapi ada jalur yang lebih aman dan mendidik, misalnya melalui forum sekolah, organisasi kesiswaan, atau kegiatan sosial yang membangun,” tuturnya.