:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5331072/original/059878900_1756376315-rus1.jpg)
1/7
Pengunjuk rasa bentrok dengan petugas kepolisian saat aksi 28 Agustus 2025 di depan gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Jakarta, Kamis (28/8/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5331073/original/012608500_1756376316-rus3.jpg)
1/7
Aksi unjuk rasa yang dilakukan sekelompok massa dan mahasiswa di depan gedung MPR, DPR dan DPD, Jakarta, Kamis (28/8/2025) berlangsung ricuh. (merdeka.com/Arie Basuki)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5331074/original/066205400_1756376317-rus9.jpg)
1/7
Aksi ini menyoroti pemberian tunjangan perumahan anggota DPR sebesar Rp 50 juta/bulan. (merdeka.com/Arie Basuki)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5331075/original/060994100_1756376319-rus7.jpg)
1/7
Pemberian tunjangan perumahan anggota DPR dinilai tidak menunjukkan rasa empati pada menurunnya kondisi ekonomi masyarakat yang ditandai lesunya daya beli dan badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). (merdeka.com/Arie Basuki)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5331076/original/037129000_1756376322-rus2.jpg)
1/7
Unjuk rasa mulai ricuh dengan adanya sekelompok mahasiswa yang mulai menyerang barisan aparat keamanan. (merdeka.com/Arie Basuki)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5331077/original/035881400_1756376325-rus4.jpg)
1/7
Untuk mengurai massa, aparat keamanan menembakkan state aerial mata yang membuat para mahasiswa banyak yang bergerak meninggalkan country depan gedung MPR, DPR dan DPD, Jakarta, Kamis (28/8/2025) sore. (merdeka.com/Arie Basuki)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5331078/original/053143800_1756376327-rus12.jpg)
1/7
Dipukul mundur, massa mencoba bertahan dengan melempari anggota polisi dengan batu. (merdeka.com/Arie Basuki)